Asian Games 2018
Polemik Tiket Final Bulutangkis: Habis Sejak Pagi, Curhat ke Menpora, Hingga Respon Inasgoc
Tiket final cabang olahraga badminton beregu putra Asian Games 2018 yang habis, membuat sejumlah penonton mengeluh
Penulis: Muhammad Zulfikar | Editor: Muhammad Zulfikar
"Tetap doakan atlet-atlet kita menang. Agar (medali) emas terus bertambah," ujar Imam Nahrawi.
Sebelumnya, Tim putra Indonesia berhasil lolos ke partai final bulu tangkis kategori beregu Asian Games 2018. Pada babak semifinal, Selasa (21/8/2018), tim putra Indonesia berhasil menang atas Jepang.
Marcus Fernaldi Gideon dkk berhasil menang atas Negeri Samurai dengan skor 3-1. Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, menjadi satu-satunya yang menelan kekalahan dari wakil Jepang.
Respons Inasgoc
Direktur Ticketing Inasgoc, Sarman Simanjorang, memberikan pernyataannya terkait dengan tiket final cabang olahraga (cabor) bulu tangkis kategori beregu Asian Games 2018.
Pernyataan itu dikeluarkan menyusul beberapa protes dan keluhan calon pembeli yang kecewa tidak mendapatkan tiket meskipun sudah antre sejak pagi hari.
Sarman Simanjorang sekali lagi menegaskan bahwa tiket untuk final bulu tangkis beregu Asian Games 2018 sudah habis terjual.
"Ini kan mereka seolah-olah tidak percaya bahwa tiket itu telah terjual habis atau seolah-olah yang sudah kita jual itu kosong," kata Sarman.
Pada Rabu (22/8/2018) pagi, sejumlah calon pembeli tiket sudah mengantre sejak subuh untuk membeli tiket final bulu tangkis beregu putra antara Indonesia VS China secara on the spot di loket 2.
• Terciduk Pakai Kokain di Toilet Restoran, Begini Kehidupan Super Mewah Richard Muljadi
• Bukan Smartphone, Ini Jenis Telepon yang Lebih Berbahaya Menurut Tingkat Radiasinya
Tetapi, sekitar pukul 09.00 WIB, petugas ticketing mengabarkan bahwa tiket untuk final bulu tangkis beregu putra sudah habis.
Beberapa calon pembeli yang sudah mengantre pun tak percaya bahwa tiket telah habis dan sempat beradu mulut dengan petugas.
Mereka bahkan sempat meminta pembuktian jumlah tiket yang sudah dijual.
Menanggapi protes penonton tersebut, Sarman tetap mengatakan bahwa tiket sudah habis dan dirinya tidak mampu mengabulkan permintaan calon pembeli untuk mendapat tiket.
"Ya memang sudah habis kok. Terus mau bilang apa?" ujar Sarman.
Namun demikian, Sarman Simanjorang mengatakan bahwa hal ini akan menjadi evaluasi untuk penyelenggaraan final kedepannya nanti.
"Di sini ada teman-teman yang sudah menunggu dari pagi tapi tidak kebagian semangatnya jadi berkurang karena tidak dapat tiket. Ini akan jadi perbaikan kami ke depan," tuturnya. (TribunJakarta.com, BolaSport.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/menpora_20180822_183940.jpg)