Ribuan Santri Iringi Jenazah Ustaz Cepot ke Pemakamannya di Tangerang

"Kenangan saya, semasa hidup almarhum saya kenal sebagai penceramah yang memiliki humor tinggi," ucap santri tersebut.

Ribuan Santri Iringi Jenazah Ustaz Cepot ke Pemakamannya di Tangerang
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Suasana ribuan santri yang mengiringi pemakaman ustad Cepot di Yayasan Mumtaz Ibadurrahman, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Senin (27/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPONDOH - K.H. Drs. Ahmad Ihsan atau lebih populer dikenal dengan nama Ustaz Cepot telah berpulang ke Rahmatullah.

Ustaz berusia 60 tahun yang dikenal humoris itu meninggal dunia pada Senin (27/8/2018).

Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, sekitar pukul 11.25 WIB, Jakarta Pusat.

Ustadz Cepot telah dimakamkan di peristirahatan terakhirnya di pesantren milik almarhum yaitu Yayasan Mumtaz Ibadurrahman, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang.

Jenazah dimakamkan sekira pukul 16.00 WIB, Senin (27/8/2018).

Terpantau, ribuan santri dan jamaah pengikut Ustadz Cepot, berbondong-bondong mengiringi jenazah almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Para santri yang sudah menunggu sedari siang dengan luapan rasa sedih, langsung bersalawat sembari mengantarkannya ustadz yang dikenal sering becanda tersebut.

"Sudah disemayamkan tadi jam empat. Sudah nunggu dari siang begitu dengar kabar dukanya," ujar seorang santri yang enggan disebutkan namanya di Yayasan Mumtaz Ibadurrahman, Senin (27/8/2018).

Para pejabat Tangerang seperti Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, Wakil Wali Kota Sachrudin dan Gubernur Banten Wahidin Halim turut hadir untuk melayat di masjid pesantren tersebut.

"Kenangan saya, semasa hidup almarhum saya kenal sebagai penceramah yang memiliki humor tinggi," ucap santri tersebut.

Pasalnya agar jamaahnya tidak bosan dengam ceramahnya, Ustadz kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat tersebut sering melucu menggunakan logat bahasa Sunda.

Hingga berita ini dimuat, awak media dilarang mendekat dan memasuki Yayasan Mumtaz Ibadurrahman.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved