Kader Demokrat Protes Terkait Kabar Prasasti SBY Akan Digusur, Guntur Romli: Kenapa Mudah Baper?

Guntur Romli turut memberi tanggapan terkait kabar akan digusurnya prasasti SBY di Bandara Internasional Lombok.

Penulis: Erlina Fury Santika | Editor: Erik Sinaga
YouTube/Indonesia Lawyers Club
Guntur Romli 

TRIBUNJAKARTA.COM - Santer beredar kabar terkait penggusuran prasasti peresmian bandara di Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang sudah ditandatangani oleh Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.

Hal itu mendapatkan protes di media sosial oleh kader Partai Demokrat.

Tak hanya kader Partai Demokrat, namun kader partai lain turut bersuara.

Satu di antaranya yakni Mohamad Guntur Romli, juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Melalui akun Twitternya, @GunRomli, Kamis (13/9/2018), ia justru menyampaikan pendapat yang bersebrangan.

Menurutnya perubahan nama bandara Internasional Lombok menjadi pahlawan nasional TGKH Zainudin Abdul Madjid merupakan perubahan yang tepat.

Perubahan tersebut, lanjutnya cukup pakai SK Menteri Perhubungan.

Namun ia mempertanyakan mengapa reaksi kader Demokrat 'ngamuk' ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia bahkan mempertanyakan mengapa kader Demokrat mudah dibawa perasaan (baper) dan cari perhatian (caper).

"Prasasti SBY Diusik, PD Meradang http://detik.id/64swEm perubahan yg tepat ganti nama Lombok dgn Pahlawan Nasional TGKH Zainudin Abdul Madjid, perubahan cukup pakai SK Menteri Perhubungan, anehnya Demokrat ngamuk2 ke @jokowi, knp mudah baper & caper ya?," tulis Guntur Romli.

Cuitannya tersebut tak dapat tanggapan dari pihak Demokrat.

Buni Yani Dikabarkan Gabung Timses Prabowo-Sandiaga, Mohamad Guntur Romli: Langkah Putus Asa

Buktikan Harga Telur Ayam Tidak Berdampak Pada Kenaikan Dolar, Guntur Romli Lakukan Ini

Samakan kasus Mantan PM Malaysia, Guntur Romli Sebut Pernyataan Sandi Soal Tempe Bisa Rusak Reputasi

Diberitakan sebelumnya, prasasti itu akan digusur karena nama bandara yang semula bernama Bandara Internasional Lombok diganti menjadi nama pahlawan dari NTB, yakni Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

Karena namanya diganti, kabarnya prasasti yang sudah diresmikan pada 20 Oktober 2011 lalu oleh SBY juga akan diganti oleh prasasti yang akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

Mendapati kabar tersebut, kader Partai Demokrat sempat protes di media sosial.

Satu di antaranya adalah Wakil Sekjen Andi Arief.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved