Seluruh Siswa SD Lulusan 2017/2018 di Depok akan Terima Ijazah Pada Akhir September
Thamrin menjelaskan, ijazah yang diterima Disdik Kota Depok akhir Agustus lalu, lebih dari setengahnya menggunakan blangko kurikulum 2013
Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok M. Thamrin mengatakan ijazah bagi seluruh siswa SD lulusan tahun 2017/2018 di Depok akan diberikan pada akhir September 2018.
Hal ini diketahui Thamrin dari surat balasan yang dikirim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia beberapa waktu lalu.
"Di surat balasan pemerintah pusat bilang akhir September ini ijazah akan dikirim lagi. Sebelumnya saya sudah kirim surat kalau ada kesalahan blangko ijazah siswa SD di Depok. Jadi untuk sekarang seluruh siswa SD belum memiliki ijazah," kata Thamrin kepada wartawan di Cipayung, Depok, Selasa (18/9/2018).
Thamrin menjelaskan, ijazah yang diterima Disdik Kota Depok akhir Agustus lalu, lebih dari setengahnya menggunakan blangko kurikulum 2013.
Sementara di tahun ajaran 2017/2018, kebanyakan sekolah di Depok masih menerapkan kurikulum 2006 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Meski ada ijazah yang blangkonya sesuai dengan data, namun dari total 25.110 siswa kelas VI SD yang lulus, 7.935 ijazah yang diterima Disdik Kota Depok tidak sesuai.
• Hubungan Kwik Kian Gie dan Prabowo Subianto: Masih Kader PDIP, Tak Direspon Jokowi dan Megawati
"Total siswa SD yang lulus ada sekitar 25 ribu, nah blangko untuk siswa yang KTSP kurang 7.935 lembar. Makannya pembagian ijazah kita tunda sampai semuanya lengkap," ujarnya.
Thamrin khawatir bila pembagian ijazah tidak dilakukan sekaligus, maka timbul kecemburuan di antara orangtua murid.
Mengingat jumlah ijazah yang blangkonya tak sesuai mencapai hampir delapan ribu dari total 25.110.
"Jumlah blangko yang kurang terlalu banyak, kalau dibagikan sebagian terus sebagian lagi nanti takutnya bermasalah. Makannya pembagian kita tunda sampai semua lengkap," tuturnya.
Normalnya, Thamrin menjelaskan bahwa pembagian ijazah seharusnya paling lambat diberikan di awal bulan Agustus.
Tapi Thamrin menyatakan penundaan pembagian ijazah hanya terjadi di tingkat SD, sedangkan siswa SMP dan SMA sudah menerima ijazah.
"Seharusnya awal bulan Agustus ijazah memang sudah diberikan, tapi karena ada kesalahan blangko jadi pembagian ditunda. Tapi untuk SMP dan SMA ijazah sudah diberikan," jelas Thamrin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/sdn-1-cipayung_20180918_132128.jpg)