G30S PKI
Dua Wanita Ini Baper saat Berkeliling Museum Sasmitaloka Ahmad Yani
"Tempat ini kan semuanya peninggalan sejarah ya, terus ini September, nah momennya pas gitu," ungkap Desi.
Penulis: Leo Permana | Editor: Y Gustaman
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Leo Permana
TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Dua wanita dari Tanjung Balai, Sumatera Utara, mengunjungi Museum Sasmitaloka Pahlawan Revolusi Jenderal TNI Ahmad Yani, Jumat (28/9/2018).
Kedua wanita itu bernama Desi dan Mawanda yang saat ini sedang dinas di Jakarta.
Mereka menjelaskan kunjungannya ke sana sudah ditencanakan.
"Cari tempat wisata terdekat dari kantor dinas di Jakarta, kebetulan yang dekatnya itu di sini," kata Desi di lokasi.
"Selagi masih di jakarta, ya memanfaatkan waktu," timpal Wanda.
Desi mengatakan pemilihan lokasi juga karena terkait momen G30S/PKI.
"Tempat ini kan semuanya peninggalan sejarah ya, terus ini September, nah momennya pas gitu," ungkap Desi.
Desi menceritakan pengalamannya setelah mengunjungi museum, ia sempat merasa terbawa perasaan alias baper saat mendengar penjelasan pemandu tamu.
"Luar biasa ya, saya bilang ke bapaknya itu (pemandu museum), saya dari tadi itu lihat-lihat semua ini harus nggak pake perasaan gitu," ujar Desi.
"(Tapi) kenapa saya tadi pakai perasaan melihat semuanya, jadi baper, mungkin tadi pemandunya juga terheran, ngapain nih orang?" seloroh Desi.
Wanda mengungkapkan hal yang sama, bahkan dirinya sempat ingin meneteskan air mata saat mendengar penjelasan pemandu.
"Waktu pemandu itu menceritakan masalah keluarga Ahmad Yani, sedih ya aku hampir berlinangan air mata saat mendengar cerita itu, karena sangat menyentuhlah," ungkap Wanda.
Desi bercerita sudah menonton film G30S/PKI saat kecil, tapi pandangannya berbeda saat beranjak dewasa.
"Gak kebayang karena setiap ngelihat film G30S/PKI itu sebenarnya dulu belum terlalu paham ya," ujar Desi.
"Sekarang ketika dewasa sudah memahami banyak hal gitu, mungkin yang kita teragiskan bukan hanya satu perjuangan mereka itu, tapi lebih kepada kondisi psikis orang-orangnya," tutur Desi.
Sekadar informasi, Museum Sasmitaloka Ahmad Yani dibuka untuk umum dari Selasa sampai Minggu pada pukul 08.00-16.00 WIB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/pengunjung-museum-sasmitaloka_20180928_160058.jpg)