Pilpres 2019

Djoko Santoso Bantah Timses Prabowo-Sandi Sewa Konsultan Asing

"Tidak ada, konsultan asing mana tidak ada (sambil menoleh ke dalam ruang rapat). Sampai sekarang masih kosong," kata Djoko.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/NAWIR ARYSAD AKBAR
Timses pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, di kediaman Djoko Santoso di Jalan Bambu Apus Raya, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (28/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Ketua Tim Sukses pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, mantan Panglima TNI Djoko Santoso membantah tudingan Sekjen PDI P, Hasto Kristiyanto yang mengklaim bahwa pihaknya menggunakan konsultan asing.

Bantahan tersebut disampaikannya, usai menggelar rapat koordinasi terbatas Timses Prabowo - Sandi di kediamannya di Jalan Bambu Apus Raya, Cipayung, Jakarta Timur.

"Tidak ada, tidak ada konsultannya (asingnya). Belum ada," ujar Djoko Santoso, Jumat (28/9/2018).

Namun, mantan Panglima TNI tersebut mengatakan, bahwa memang ada pihak yang menawarkan diri sebagai konsultan Timses Prabowo - Sandi untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Belum ada, hanya orang-orang yang bersimpati kepada saya, siap menjadi konsultan. Tidak usah bayar, kita kan juga tidak punya duit," ujar Djoko Santoso.

"Tidak ada, konsultan asing mana tidak ada (sambil menoleh ke dalam ruang rapat). Sampai sekarang masih kosong," kata Djoko.

Sebelumnya, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto mengklaim bahwa timnya tak menggunakan konsultan asing dalam Pileg 2019.

Hasto justru menyinggung capres nomor urut 02, Prabowo Subianto yang telah menggunakan jasa konsultan asing sejak Pilpres 2014.

6 Fakta Kecelakaan Maut yang Dialami Kapolres Tulungagung Luka Parah Hingga Istri Meninggal Dunia

Begini Komentar dan Gaya Jusuf Kalla Joget Bareng Cucunya di Tik Tok Viral di Media Sosial

"Berbeda dengan yang di sana (capres nomor urut 02 Prabowo Subianto) sudah pakai konsultan asing sejak 2014 yang lalu mencoba membangun persepsi baru, 'The New Prabowo'," ujar Hasto di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/9/2018).

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved