Kisah Ratin, Sopir Bajaj yang Tertolong Pelanggannya Bule Perancis

Sudah 30 tahun Ratin menjadi sopir bajaj. Kini ia pun tertolong karena punya langganan penumpang anak bule Perancis.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Y Gustaman
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Ratin, sopir bajaj yang punya langganan antar jemput bule Perancis saat ditemui di Cipete Utara, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (1/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Beralihnya masyarakat ibu kota yang memilih angkutan umum dalam jaringan membuat penghasilan sopir bajaj kian terhimpit.

Satu di antara sopir yang mengalami nasib itu bernama Ratin.

Sudah 30 tahun Ratin menjadi sopir bajaj, kini ia harus bersiasat agar bisa menutupi setoran yang membebaninya.

Cara yang ia pilih adalah menjadi sopir bajaj khusus mengantarkan penumpang.

Ia mendapatkan langganan bule asal Prancis yang bersekolah di Sekolah Prancis di Cipete Dalam, Cilandak, Jakarta Selatan.

"Sekarang berat kalau antar penumpang saja. Kita juga kalah saing dengan ojek online. Akhirnya saya beralih jadi sopir berlangganan buat anak-anak dari bule Perancis," papar dia kepada TribunJakarta.com pada Senin (1/10/2018) di lokasi.

Memiliki langganan bule Perancis berkah tersendiri bagi Ratin.

Mulanya ia tengah mengantarkan satu di antara bule itu ke suatu tempat.

"Terus dia tulis di kertas intinya nawarin bisa berlangganan enggak? Ya saya bilang bisa. Ini kan berarti pasti ya penumpangnya," tutur pria asal Yogyakarta itu.

Sejak itu, tak sedikit bule Perancis yang silih berganti duduk sejenak di kursi bajajnya untuk diantarkan.

Kini, ia memiliki langganan baru dua anak kecil asal Perancis bersama pengurusnya.

"Saya antar jemput mereka. Dua siswa asal Prancis. Pagi hari saya jemput sorenya saya antarkan pulang," jelas dia.

Ratin pun mendapatkan penghasilan tetap per bulan.

"Saya dapat Rp 900 ribu dari satu orang anak. Ya total Rp 1,8 juta per bulan. Saya memilih langganan kalau jadi sopir biasa yang nunggu penumpang, sulit sekarang. Seharian paling dapat Rp 50 ribu beda dengan dulu yang bisa sampai Rp 100 ribu," ungkap dia.

Sebelum mengantarkan dua anak bule Perancis itu, ia pernah mendapatkan kenang-kenangan dari orangtua siswi yang dulunya pernah menjadi langganannya.

"Sewaktu langganan saya mau pulang ke negaranya, dia kasih tip saya Rp 1 juta. Dari guru sampai para siswa kebanyakan kenal saya. Karena saya sering antarkan mereka," imbuh dia.

Ratin pun kini lebih memilih menjadi sopir bajaj berlangganan.

"Saya lebih memilih jadi sopir langganan. Saya baru dapat langganan lagi tapi asal Indonesia. Dibayar sekali antar 30 ribu," tandas dia.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved