Pondok Pesantren Darussalam Tapos Terbakar Bikin Santri Panik

Sebanyak 10 unit mobil pompa berikut puluhan personel yang dikerahkan baru berhasil memadamkan api sekira pukul 01.00 WIB.

Istimewa
Proses pemadaman api di pondok Pesantren Darussalam, Tapos, Depok, Selasa (2/10/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, TAPOS - Pondok Pesantren Darussalam di Jalan Banjaran Pucung RT 03/RW 07 Kelurahan Cilangkap, Tapos dilalap api pada Senin (1/10) yang mulai menjalar sekira pukul 22.45 WIB.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok Gandara Budiana mengatakan besarnya kobaran api cukup menyulitkan proses pemadaman.

Sebanyak 10 unit mobil pompa berikut puluhan personel yang dikerahkan baru berhasil memadamkan api sekira pukul 01.00 WIB.

Proses pemadaman api di pondok Pesantren Darussalam, Tapos, Depok, Selasa (2/10/2018)
Proses pemadaman api di pondok Pesantren Darussalam, Tapos, Depok, Selasa (2/10/2018) (Istimewa)

"Apinya cukup besar, sehingga proses pemadamannya memakan waktu. Semalam kita juga dibantu santri dan warga sekitar saat memadamkan api," kata Gandara saat dihubungi wartawan di Tapos, Depok, Selasa (2/10/2018).

Meski kobaran api cukup besar, Gandara menuturkan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang diduga akibat korseleting listrik itu.

Usai proses pendinginan, jajaran Polsek Cimanggis bergegas memasang garis polisi untuk menghalau adanya pihak tak berwenang masuk.

Api diduga berasal dari satu bangsal santri laki-laki yang kemudian membuat panik para santri saat hendak beristirahat.

"Awal mula para santri laki-laki berteriak kebakaran di ruang bangsal. Mereka mencoba memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya tapi api tambah besar," ujar Bhabinkantibmas Kecamatan Tapos Aiptu Arif Rahman.

Wali Kota Jakarta Timur M Anwar Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana

Anies Baswedan Rapat Bareng Jokowi Bahas Persiapan Asian Para Games 2018

Beri Bantuan ke Bayi Rayyan, Wali Kota Depok Akan Bersinergi dengan Baznas

Perihal kerugian materi, Gandara mengatakan belum bisa memastikan karena masih dalam proses penyelidikan.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved