Gempa di Donggala

BPPT Kerahkan Kapal Riset untuk Kirim Bantuan dan Tinjau Titik Gempa Palu

Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan (Balai Teksurla) BPPT, Dr. M. Ilyas mengatakan, operasi kali ini akan mengerahkan KM Baruna Jaya 1 milik BPPT

BPPT Kerahkan Kapal Riset untuk Kirim Bantuan dan Tinjau Titik Gempa Palu
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
KM Baruna Jaya 1 milik BPPT yang dikerahkan untuk Survey Bakti Teknologi dan Bakti Sosial BPPT, dimulai Rabu (3/10/2018) ini hingga 10 hari ke depan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan operasi Survey Bakti Teknologi dan Bakti Sosial, dimulai Rabu (3/10/2018) ini hingga 10 hari ke depan.

Dalam operasi ini, BPPT akan melakukan upaya riset batimetri dan juga pengiriman bantuan terhadap korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan (Balai Teksurla) BPPT, Dr. M. Ilyas mengatakan, operasi kali ini akan mengerahkan KM Baruna Jaya 1 milik BPPT.

Kapal tersebut merupakan kapal riset yang memiliki teknologi untuk mendeteksi gambaran morfologi laut Palu dan sekitarnya.

"Kapal ini baru diinstal, ini yang tercanggih di Indonesia. Ini 11.000 meter kedalaman laut dapat dicover, bisa memetakan dasar laut dan bisa mendeteksi objek-objek di dasar laut, misalnya kapal tenggelam. Ini punya alat yang bisa untuk melihat gambaran morfologi laut di palu dan lokasi sekitarnya," kata Ilyas di Pelabuhan JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu malam ini.

Adapun kapal tersebut memiliki total 69 personel. Dengan segala teknologi yang dimiliki kapal tersebut, 12 peneliti yang termasuk ke dalam jumlah itu akan melakukan survey batimetri di lima titik gempa di Palu, tak terkecuali bagian yang terdampak likuifaksi.

"Berangkat dari Jakarta akan singgah dulu di Balikpapan karena ada beberapa peneliti dari Balikpapan. Kemudian akan menuju ke Palu.
Selama perjalanan kami akan survey untuk batimetri dan kemudian menyerahkan bantuan di Palu kemudian kita melanjutkan survey. 10 hari kegiatan risetnya," kata Ilyas.

Selain itu, bekerjasama dengan Artha Graha Peduli, BPPT juga menyalurkan bantuan berupa air bersih, obat-obatan dan peralatan medis, sepeda, dan tentunya makanan serta minuman untuk disumbangkan ke korban gempa Palu.

Pemberangkatan dari Pelabuhan JICT 2 Tanjung Priok malam ini dilepaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan.

Luhut mengatakan, hasil dari penelitian yang dilakukan BPPT akan dimanfaatkan ke depannya untuk pencegahan bencana gempa.

Maka dari itu, Luhut berharap agar perjalanan KM Baruna Jaya 1 mengarungi lautan menuju ke Palu bisa berjalan lancar.

"Nah hasil penelitian kapal ini kita manfaatkan juga, apa sih nanti apa yang akan dibuat di sana. Sebagai negara maritim terbesar di dunia, negara kepulauan, kita sangat langka melakukan penelitian di laut, padahal kita masuk negara ring of fire. Jadi saya mendoakan berharap hasilnya ini akan memperkaya kita untuk menghindari korban lebih banyak lagi ke depannya," ujar Luhut yang juga hadir sebelum keberangkatan kapal.

Peristiwa gempa bumi bermagnitudo 7,4 disusul tsunami mengguncang Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9/2018) lalu.

Jelang Asian Para Games 2018, Bundaran HI Berhiaskan Kalimat Ini

Polri Sebut Hukuman Mati Bandar Narkoba Tidak Beri Efek Jera

Belum Genap Sehari Dirazia, Toko Makmur Kembali Jual Miras

Menurut data terakhir BNPB, korban jiwa terhitung sudah mencapai 1.407 orang. Sementara korban luka mencapai 2.549.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved