Bandingkan Kebohongan Ratna Sarumpaet dan Pencapresan Mahfud MD, Fahri Hamzah Singgung Romahurmuziy

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah membandingkan antara kasus kebohongan yang dialami Ratna Sarumpaet dan pencapresan Mahfud MD. Lantas, apa penjelasannya?

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Erik Sinaga
Kolase TribunJakarta.com/Tribunnews.com/Serambi Indonesia
Mahfud MD - Fahri Hamzah - Ratna Sarumpaet 

TRIBUNJAKATA.COM - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah blak-blakan membandingkan antara kasus kebohongan yang dialami Ratna Sarumpaet dan saat Mahfud MD digadang jadi calon wakil presiden.

Diketahui, Mahfud MD sempat dikatakan mengalami kasus kebohongan ketika ia telah bersiap diri untuk mendeklarasikan sebagai cawapres Jokowi. Namun hal tersebut batal dilaksanakan.

Fahri Hamzah mengungkapkan tanggapannya tersebut melalui laman Twitternya pada Jumat (5/10/2018).

Fahri Hamzah menyatakan, Prabowo Subianto dikatakan sebagai capres nomor 2 yang dibohongi Ratna Sarumpaet.

Kini, Ratna Sarumpaet telah mengakui kebohongannya dan minta maaf.

Bahkan, Prabowo Subianto pun juga sudah meminta maaf atas pembelaannya kepada Ratna Sarumpaet di awal isu penggeroyokan tersebar.

Untuk itu, Fahri Hamzah menanyakan peristiwa Mahfud MD terkait kebohongan yang sempat dialaminya.

Fahri Hamzah mencecar, Mahfud MD yang tengah mengaku berbusana dan siap mendeklarasikan diri namun tak jadi, itu dibohongi oleh siapa.

Ia menegaskan, peristiwa itu merupakan sesuatu hal yang sederhana.

"Ada 2 bohong bikin ramai publik, 1 tersangka 1 lagi?" tanya Fahri.

Follow Juga:

Lebih lanjut, Fahri Hamzah menjelaskan jika Mahfud MD seperti Prabowo Subianto yang mengaku dibohongi oleh pihak tertentu.

Meski demikian, di kasus Prabowo Subianto, Ratna Sarumpaet sebagai pelaku telah bersaksi dan mengaku serta minta maaf.

Namun, hal serupa belum dilakukan di kasus Mahfud MD.

Presiden Jokowi Ingatkan Netralitas TNI, Jangan Terkotak-kotak Politik Praktis

Jadi Pihak Pertama yang Sebar Kasus Ratna Sarumpaet, Fadli Zon Diminta Mahfud MD Bertanggungjawab

Bahkan, Fahri Hamzah menyinggung sosok Ketua PPP M Romahurmuziy yang diduga sebagai pelaku dari kasus Mahfud MD.

Tak hanya itu, Fahri Hamzah juga menegaskan dirinya memang ingin mengetahui terkait dua kasus tersebut.

Ia mempertanyakan, mengapa dua kasus namun hanya ada satu tersangka.

Begini cuitan lengkap Fahri Hamzah:

"Yang dialami capres nomor 2 itu DIBOHONGI oleh @RatnaSpaet (sudah ngaku dan minta maaf)

maka saya tanya yang dialami oleh prof @mohmahfudmd itu (sudah ngaku dan busana) DIBOHONGI oleh siapa?

Itu aja kan sederhana. Ada 2 BOHONG bikin ramai publik.

1 tersangka 1 lagi?

Seperti pak @prabowo maka Prof @mohmahfudmd juga ngaku dibohongi (apa ada istilah lain?).

Tapi dalam kasus prabowo pelaku telah bersaksi dan mengaku juga minta maaf.

Tapi dalam kasus pak Mahfud kan tidak ada yang ngaku. Jangan2 @MRomahurmuziy yang benar?," tulisnya.

Hingga berita ini diturunkan, cuitan Fahri Hamzah itu telah diretweet sebanyak 8 kali dan 32 likes.

Sebelumnya, kasus pengeroyokan Ratna Sarumpaet oleh sejumlah orang yang katanya di sekitar Bandara Husein Sastranegara Bandung adalah hoax alias bohong.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta memastikan pada 21 September terdeteksi berdasarkan call data record berada di Rumah Sakit Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat.

Berita penganiayaan Ratna Sarumpaet mengagetkan dan menarik perhatian sejumlah pihak.

Bahkan, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan sejumlah pihak menggelar konferensi pers di rumahnya pada Selasa (2/10/2018) malam.

Sindir Fahri Hamzah Soal Ratna Sarumpaet, Ruhut Sitompul Bandingkan dengan Tradisi Kebudayaan Jepang

Bandingkan Era SBY dan Jokowi Saat Gempa dan Tsunami, Fahri Hamzah Desak Jusuf Kalla Ambil Kendali

Selain Polda Jawa Barat dalam kasus penganiayaan Ratna Sarumpaet, Bareskrim Mabes Polri dan Polda Metro turut menelusuri informasi ini.

"Terkait hal tersebut tim telah mendapatkan informasi bahwa Ibu Ratna Sarumpaet pada 21 September sore sekitar pukul lima sore, 17.00 WIB, beliau berada di Rumah Sakit Bina Estetika di Jalan Cik Ditiro 41, Menteng," ungkap Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya pada Rabu (3/10/2018).

Nico menegaskan, penyelidik Polda Metro Jaya bahkan sudah bertemu dengan pihak Rumah Sakit Bina Estetika untuk mengecek kebenaran Ratna Sarumpaet pada 21 September memang berada di sana.

Dalam dokumen beredar hasil penyelidikan Polda Metro Jaya berjudul Laporan Hasil Penyelidikan Viralnya Berita Pengeroyokan Ratna Sarumpaet, disebutkan posisi Ratna Sarumpaet terdeteksi di Jakarta.

Polisi mendasarinya pada fakta call data record dengan nomor ponsel 62811950450 bermerek iPhone 8 Plus milik Ratna Sarumpaet di mana sejak 20 sampai 24 September 18, nomor tersebut aktif di daerah Jakarta.

Follow Juga:

Menurut Kombes Nico, polisi menyelidiki kasus ini karena ingin mendapatkan kejelasan dan ingin mengungkap siapa pelaku pengeroyokan Ratna Sarumpaet.

"Ini karena kami juga empati karen Ibu Ratna Sarumpaet ini sudah uzur. Alangkah teganya ada orang mengeroyok," ucap dia.

Soal dua teman Ratna Sarumpaet yang mengaku dari Srilangka dan Malaysia, polisi juga melakukan penyelidikan.

Perjuangan Atlet Paralayang Selamat dari Gempa dan Tsunami Palu, Sempat Berpikir akan Meninggal

HUT ke-73 TNI: Kisah Perjuangan Kolonel TNI Sugiono, Hentikan Pemberontakan di Sulawesi dan Dibunuh

Tapi, sampai sekarang Polda Metro Jaya bersama Bareskrim dan Polda Jabar belum mendapatkan informasi tersebut.

"Jadi tanggal 21 September tidak ada kegiatan internasinonal yang diadakan di Bandung. Kemudian Polda Jabar sudah kasih informasi ke Bareskrim dan juga kami (Polda Metro Jaya, red)," ungkap dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved