Gempa di Donggala

Eskavator Digunakan untuk Cari Korban, 5 Ribu Orang Diduga Ditelan Lumpur Pasca Gempa di Palu

Eskavator digunakan untuk mencari korban, 5 ribu orang diduga ditelan lumpur pasca gempa dan tsunami di Palu.

Eskavator Digunakan untuk Cari Korban, 5 Ribu Orang Diduga Ditelan Lumpur Pasca Gempa di Palu
Dok PB IDI
Suasana penanganan korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. 

TRIBUNJAKARTA.COM - BNPB berencana mendatangkan eskavator amfibi untuk melakukan pencarian dan evakuasi para korban di Desa Jono Oge, Kabupaten Sigi.

Daratan desa tersebut hilang ditelan lumpur yang amblas dan bergerak atau fenomena likuifaksi bersamaan gempa bumi 7,4 magnitudo di Palu Donggala Jumat (28/9) lalu.

Ditaksir ada 366 unit bangunan yang mengalami kerusakan di desa tersebut.

"Ditambah kondisi lumpurnya masih basah dan karena itu diperlukan eskavator amfibi sebanyak 6 unit di sana," kata Sutopo.

Menurut Sutopo, bila tidak menggunakan alat tersebut, proses evakuasi akan mengalami kesulitan karena wilayah tersebut mengalami fenomena likuifaksi.

Apalagi area Desa Jono Oge yang terdampak fenomena terkena terbilang luas, yakni 202 hektare dan ada sekitar 366 unit rumah rusak.

Menurut dia, dari pengamatan di lapangan, kondisi rumah warga sudah tak bisa dikenali.

Pasalnya, rumah telah tenggelam oleh lumpur di kedalaman sekira 3 meter.

Bulu Tangkis Beregu Raih Emas Pertama, Suryo Ingin Sumbangkan Bonus buat Korban Bencana

Belum Punya Pacar, Ari Kebingungan Ditangkap Gara-gara Cabuli Bocah Tetangga

Dengan didatangkannya eskavator, diharapkan proses pencarian dan evakuasi korban di Desa Jono Oge bisa terus dilakukan.

"Apakah sektor Timur dan sebagainya, tidak semuanya area di sini tertimbun oleh lumpur sehingga evakuasi terus dilakukan oleh Tim SAR," ungkap Sutopo.

Halaman
12
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved