Pertamax Naik, Keluarga Besar Pengemudi Ojol Tangsel Pilih Ambil Trip Pendek
Keluarga Besar Ojek Online Tangerang Selatan (KBOT) merasa keberatan naiknya harga BBM non-subsidi.
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Y Gustaman
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Keluarga Besar Ojek Online Tangerang Selatan (KBOT) merasa keberatan naiknya harga BBM non-subsidi.
Belum lama ini PT Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM untuk Pertamax Series, Dex Series dan Biosolar non PSO.
Para pengemudi ojek online (Ojol) Tangsel selama ini menggunakan pertamax. Bagi mereka kenaikan ini sangat memberatkan karena tidak sesuai dengan pendapatan.
"Kemarin ane sudah diskusi. Kalau dari KBOT sendiri mah pasti keberatan terhadap kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM, karena benar-benar-benar enggak sesuai dengan pendapatan driver yang jumlahnya semakin bertambah," ujar Rudi, anggota KBOT dari komunitas ojol Warkop Pondok Benda (Warpoda), Pamulang, Senin (15/10/2018).
Untuk mengimbangi modal bahan bakar yang semakin melambung, para pengemudi ojol Tangsel itu menyiasatinya dengan mengambil rute pendek.
"Mungkin solusinya dari driver KBOT, mengambil order track pendek, tapi berkali-kali," ujarnya.
Namun begitu, Rudi dan kawan-kawannya tetap berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada penumpangnya.
"Dengan seperti itu, insya Allah dapat uang lebih dari argo sebenarnya. Kalau pun enggak dapat tip, ya enggak apa-apa, belum rezekinya," ujar dia sambil tertawa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/drop-ojek-online_20180731_121958.jpg)