Pilpres 2019
Sandiaga Uno Minta Relawan Pendukung Jangan Percaya Survei Selain dari Internal
"Alhamdulillah dengan kerja dari relawan partai kita sekarang semakin mengejar ketertinggalan, jaraknya semakin dekat," ujar Sandiaga.
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Calon Wakil Presiden, Sandiaga Uno, melarang relawannya untuk mempercayai survei yang dikeluarkan diluar yang dikelola internal tim pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Berdasarkan survei internalnya, Sandiaga menyebutkan, presentase keterpilihan Prabowo-Sandiaga sudah mulai mengejar pasangan lawan, sang petahana, Joko Widodo-Maruf Amin.
Hal itu disampaikan Sandiaga saat menghadiri deklarasi Indonesia Adil Makmur yang digagas para tokoh masyarakat Tangerang Selatan, di Adin's House, Villa Dago, Pamulang, Tangerang Selatan, Sabtu (20/10/2018).
"Jangan percaya survei-survei yang dirilis bukan dari pihak internal kita. Alhamdulillah dengan kerja dari relawan partai kita sekarang semakin mengejar ketertinggalan, jaraknya semakin dekat," ujar Sandiaga yang disambut riuh tepuk tangan ratusan relawan Indonesia Adil Makmur.
Sandiaga juga mengatakan, hasil survei itu bisa menjadi pegangan para relawan sekaligus menjadi pendorong semangat untuk bekerja lebih keras lagi ke depannya.
"Survei terakhir internal kami yang tidak akan kami pernah kami umumkan. Untuk para relawan, untuk membangkitkan semangat, kerja keras kita selama dua bulan sudah membuahkan hasil," kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.
Sandiaga pun mengajak para relawan yang mendukungnya, untuk merebut 30 persen suara pemilih, yang menurutnya belum menentukan pilihan.
Sandiaga lalu mengajak pendukungnya untuk selalu menyuarakan persatuan.
• Sederet Fakta Terungkap dalam Rekonstruksi Peluru Nyasar dari Lapangan Tembak Senayan ke Gedung DPR
• Polemik Penertiban PAUD Tunas Bina di Jakarta Barat Hingga Camat Dicopot Anies
Dirinya mengatakan, dengan suara yang selalu menyampaikan nilai positif, swing voters itu dapat digaet untuk memenangkan Koalisi Padi di Pilpres 2019 mendatang.
"Masyarakat Indonesia tidak suka terpecah belah. Kita sampaikan hal yang positif, tinggalkan yang negatif. Kita tebarkan optimisme. Boleh dia tidak memilih kita, kita jangan jatuhkan dia. Kita cari simpati 30% rakyat Indonesia yang belum membuat keputusan politik," katanya.