Breaking News:

Prabowo Lama Hidup di Luar Negeri, Sudjiwo Tedjo: Dia Cinta Banget Sama Negerinya Atau Benci Sekali?

Prabowo Subianto disebut hidup lama di luar negeri, Sudjiwo Tedjo bertanya apakah Prabowo mencintai negerinya atau justru sangat membenci.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Erik Sinaga
YouTube Trans 7 Official
Sudjiwo Tedjo di acara Mata Najwa pada Rabu (8/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Rr Dewi Kartika H

TRIBUNJAKARTA.COM - Juru Bicara Prabowo-Sandiaga, Miftah Nur Sabri mengatakan Prabowo Subianto sedari kecil hingga remaja tinggal di luar negeri hal tersebut lantas dikomentari Budayawan Sudjiwo Tedjo.

"Pak Prabowo itu dari kecil sampai SMA itu di luar negeri," ucap Miftah Nur Sabri dikutip TribunJakarta.com dari saluran Metro TV, pada Kamis (25/10/2018).

Hal tersebut disampaikan Miftah Nur Sabri saat menjadi narasumber di acara Q and A Metro Tv.

Pernyataan Miftah Nur Sabri itu rupanya menggelitik budayawan Sudjiwo Tedjo untuk bertanya.

Sudjiwo Tedjo mengaku profesinya sebagai dalang membuat dirinya sedikit mengerti soal psikologi seseorang.

"Sekarang saya tanya, saya sebagai dalang belajar psikologi dikit," kata Sudjiwo Tedjo.

Sudjiwo Tedjo mengungkapkan ciri-ciri psikologi anak yang tumbuh besar di luar negeri.

Menurut Sudjiwo Tedjo anak yang dibesar di luar negeri seperti Prabowo Subianto cenderung sangat mencintai tanah airnnya.

Namun kadang anak tersebut justru sangat membenci negaranya.

Sudjiwo Tedjo lantas menanyakan seperti apa sebenarnya Prabowo Subianto.

Jokowi Bicara Politikus Sontoloyo, Ferry Juliantono Sebut Bentuk Balas Dendam Terhadap Prabowo

Gerakan Minum Susu Jadi Program Prabowo Cegah Stunting pada Anak-anak di Indonesia

TONTON JUGA

"Ciri anak yang dibesarkan di luar dalam masa pelarian, pindah-pindah negara kaya Mas Prabowo karena dia jauh dari Indonesia dia cinta banget negerinya, atau dia benci sekali yang mana ini?" tanya Sudjiwo Tedjo.

Pertanyaan kontroversial Sudjiwo Tedjo lantas dijawab Tim Sukses (timses) Prabowo-Sandiaga, Eddy Soeparno.

Menurut Eddy Soerparno sudah jelas Prabowo Subianto mencintai negaranya Indonesia.

Eddy Soeparno lantas menceritakan perjuangan Prabowo Subianto saat menjadi prajurit dalam mempertahankan eksistensi Indonesia.

"Sudah jelas sekali ya, kan Prabowo sebagai seorang prajurit berkali-kali bolak-balik ke Timor Timur justru minta kembali diterjunkan ke Timor Timur," ucap Eddy Soerparno.

"Untuk mempertahankan eksistensi NKRI," tambahnya.

Anies Ogah Komentar Soal Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Diminta Prabowo Urusi Kursi Wakil Gubernur

Prabowo Subianto Setuju Jika Dana Saksi Pemilu 2019 Dibiayai APBN

Pidato Make Indonesia Great Again Dipertanyakan, Gerindra: Prabowo Mimpi Aja Pakai Bahasa Inggris

Eddy Soeparno meminta Sudjiwo Tedjo untuk meragukan rasa cinta Prabowo Subianto terhadap Indonesia.

"Jadi saya pikir tidak perlu diragukan lagi, Mbah," kata Eddy Soeparno.

"Tentang ke Indonesiannya tentang kecintaannya, nasionalismennya," tambahnya.

Terpisah budayawan Sudjiwo Tedjo sempat menyebut kecerdasan Prabowo Subianto tak bisa diukur hanya karena dia sering dikhianati atau tidak.

Diketahui sebelumnya, Prabowo Subianto sempat membela Ratna Sarumpaet atas kasus dugaan penganiayaan aktivis kemanusiaan itu.

Prabowo-Sandi Dapat Segepok Uang dari Sekelompok Mahasiswa, Sandiaga Uno: Tersentuh Hati Saya

Prabowo Serahkan Urusan Posisi Wagub DKI Jakarta ke Mohamad Taufik

Namun melalui konferensi pers di kediaman Ratna Sarumpaet beberapa waktu lalu, kabar penganiayaan tersebut ternyata hanya karangan dirinya saja.

Terkait hal itu, Sudjiwo Tedjo melalui akun Twitternya, @sudjiwotedjo, Sabtu (6/10/2018), menyarankan untuk cari tolok ukur lain jika memang ingin melihat cerdas atau tidaknya Prabowo Subianto.

Lebih lanjut, budayawan berusia 56 tahun itu juga memberi contoh tokoh wayang Jawa, Bisma.

Bisma, yang memiliki karakter cerdas dan sakti, sepanjang hidupnya pun kerap mendapat pengkhianatan.

"Cerdas/tidaknya Pak Prabowo jangan diukur dari seringnya beliau dikhianati/tidak. Itu bukan tolok ukur kecerdasan. Carilah tolok ukur yang lain. Ingat, Bisma itu bukan saja cerdas. Ia sakti banget dan cuma bisa mati atas kehendaknya sendiri. Tapi sepanjang hidupnya dikhianati terus," tulisnya.

Prabowo Subianto Serahkan Urusan Wagub DKI Pengganti Sandiaga Uno ke Taufik

Prabowo Subianto Sampaikan Janji di Depan Ibu-ibu dan Anak-anak, Langgar Aturan Kampanye?

Cuitan tersebut mendapat banyak respon dari warganet.

Seorang warganet tidak sepakat jika Prabowo Subianto disandingkan dengan tokoh fiksi.

"Silahkan lihat sampai selesai wawancara Kompas TV dengan @prabowo. Jangan menilai kecerdasan seseorang dengan Bisma yang merupakan FIKSI. Kalau masih belum mampu juga menilai sosok PS dari wawancara tersebut, berarti ada masalah dengan jenengan," tulis warganet tersebut.

Mendapat respon seperti itu, Sudjiwo Tedjo pun memberi tanggapan.

Ia mempersilakan untuk mencari tolok ukur lain.

Namun dirinya menegaskan untuk tidak meremehkan fiksi.

Cerita Prabowo Subianto yang Tak Suka Minum Susu, Sehingga Tubuhnya Lebih Pendek dari Adiknya

Kubu Prabowo Dukung Program Dana Kelurahan, Pengamat Politik Curiga dan Khawatirkan Hal Ini

"Silakan juga baca twitku sampai selesai. Kalau mau ngukur kecerdasan Pak Prabowo dengan tolok ukur lain monggo. Lalu jangan remehkan fiksi, science membuktikan bahwa semua makhluk berbahasa tapi cuma bhs sapiens yg berfiksi. Dengan fiksi itu imperium-imperium didirikan oleh Sapiens," tulisnya membalas cuitan warganet itu.

"Wayang itu fiksi, tapi ide tentang wayang itu konkret. Kalau tidak, sebagai orang #Math yang lima tahun lebih digladi rasionalitas dll di jurusan #Math ITB, aku tak akan mengizinkan diriku mendalang," lanjutnya.

Atas sikapnya itu, ia sempat disebut sebagai pendukung Prabowo Subianto.

Namun, pria kelahiran Jember ini mengaku tak memihak siapapun.

Ia juga menambahkan, menyebut Bisma itu bukan berarti ia menyamakan Prabowo Subianto dengan tokoh wayang yang nyaris sempurna itu.

Prabowo Anggap 99 Persen Ekonomi Rakyat Pas-pasan, Timses Jokowi-Maruf Amin: Politik Cari Panggung

Terkuak Janji Bawa Pulang Rizieq Shihab ke Indonesia, Prabowo Subianto: Saya yang Akan Jemput Beliau

"Kalau kamu sudah belajar ilmu tertinggi/terendah #Rahvana yaitu #Sastrajendra tentang Tuhan Maha Paradoks yg tercermin juga di seluruh ciptaannya.. kamu gak akan memihak apa pun.. karena “baik” dan “buruk” sesungguhnya tak ada. Tanpa yg “buruk”, dunia tak jalan," tulisnya menerangkan kepada warganet.

"Pertama Prabowo bukan junjunganku. Aku nggak ada urusan dgn dukung mendukung. Kedua, Bisma dlm konteks kalimat itu bukan penyamaan. Tapi penyangatan. Dalam kalimat elementer bisa ditulis 'Bahkan Bisma pun...dst'," sambungnya.

Kendati begitu, ia sempat memuji Prabowo Subianto lantaran konsisten di dunia persilatan.

"Aku bukan pendukung Pak Prabowo/siapa pun. Tapi ada yang patut dipuji dari beliau adalah konsistensinya pada suatu tema sentral. Mau nari dangdut maupun menarikan Raden Gatutkaca, gerakan beliau konsisten di anasir gerakan silat," jelasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved