Pilpres 2019
Jokowi Gratiskan Jembatan Suramadu: Timses Bantah Pencitraan, Kubu Prabowo Lihat Strategi Kampanye
Presiden Joko Widodo menggratiskan Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) sejak Sabtu (27/10/2018). Keputusan itu pun menimbulkan berbagai reaksi.
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM - Presiden Joko Widodo menggratiskan Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) sejak Sabtu (27/10/2018).
Kini Jembatan yang menghubungkan dua pulau itu menjadi jembatan non tol.
"Dengan mengucap bismillah, jalan tol Suramadu kita ubah menjadi jalan non tol biasa," kata Jokowi disambut tepuk tangan hadirin.
Menurut Jokowi, selama ini memang jalan tol memberikan pemasukan bagi negara. Tetapi, pemasukan tersebut tidak selaras dengan pertumbuhan ekonomi di Madura.
"Pertumbuhan ekonomi yang kita inginkan untuk kabupaten-kabupaten yang ada di Madura tidak sebanding dengan pemasukan," kata Jokowi yang meresmikan pembebasan biaya Jembatan Suramadu di atas truk kontainer, Sabtu (27/10/2018).

Keputusan itu pun menimbulkan berbagai reaksi dari sejumlah pihak baik pendukung Jokowi-Maruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno.
TribunJakarta.com merangkum sejumlah pernyataan mengenai keputusan Jokowi tersebut.
Reaksi JK
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan, alasan pemerintah untuk menggratiskan tarif tol Jembatan Suramadu, Jawa Timur, agar ekonomi warga Madura lebih maju.
Dikutip dari Tribunnews.com, Wapres JK menuturkan telah lama Madura direncanakan sebagai industrial estate.
Namun, belum berkembang karena tak menemukan investor.
"Itu juga untuk memajukan Madura supaya ekonomi Madura lebih hidup. Malah di situ ada direncanakan dulu industrial estate di bagian Madura. Tapi sampai sekarang belum ada industri yang mau," ujar Kalla yang ditemui, di Kantor Wakil Presiden RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (30/10/2018).

Saat disinggung mengapa hanya tarif tol Jembatan Suramadu yang digratiskan pemerintah, JK menyebut meski menjadi bagian dari Pulau Jawa yang maju, Madura terhitung menjadi daerah yang terlambat dalam pembangunan.
Sehingga dengan adanya tol tersebut dapat memudahkan mobilitas warga Madura dan Surabaya.
"Tol lain, Madura dianggap ada keterlambatan dalam pembangunan, harus dikasih intensif supaya maju," tutur Kalla.