Pilpres 2019

Yusril Ihza Mahendra Merapat ke Jokowi-Maruf, Berkat Lobi Erick Thohir

Yusril Ihza Mahendra setuju bergabung menjadi pengacara capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin untuk Pilpres 2019.

Tayang:
Editor: ade mayasanto
Tribunnews
Yusril Ihza Mahendra 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA- Pengacara sekaligus Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra setuju bergabung menjadi pengacara capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin untuk Pilpres 2019.

Yusril Ihza Mahendra akan memberikan pendampingan secara hukum untuk Jokowi-Ma'ruf secara cuma-cuma.

Yusril Ihza Mahendra mengaku diajak oleh Erick Thohir yang tak lain adalah Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf.

Menurut Yusril Ihza Mahendra, tawaran agar ia menjadi pengacara Jokowi-Ma'ruf ini sudah datang sejak lama.

Namun, ia baru menjawab permintaan itu saat bertemu Erick Thohir di Hotel Mulia, Jakarta, Minggu, 4 November 2018.

"Saya memutuskan untuk setuju dan menjadi lawyer-nya kedua beliau itu. Pak Erick mengatakan bahwa jadi lawyer Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf ini prodeo alias gratis tanpa bayaran apa-apa. Saya bilang saya setuju saja," kata Yusril Ihza Mahendra dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/11/2018).

Meski bersedia menjadi pengacara Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra menegaskan dirinya tidak tergabung dalam tim kampanye nasional.

Menurut Yusril Ihza Mahendra, peran dan tugasnya sebagai pengacara berada di luar tim kampanye.

Ia akan membantu jika Jokowi-Ma'ruf dan timnya berhadapan dengan proses hukum selama masa kampanye pilpres.

"Jika ada hak-hak Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf yang dilanggar, beliau dihujat, dicaci dan difitnah misalnya, tentu saya akan melakukan pembelaan dan menunjukkan fakta yang sesungguhnya atau sebaliknya, agar segala sesuatunya dapat diletakkan pada proporsi yang sebenarnya," kata Yusril Ihza Mahendra.

Yusril Ihza Mahendra menjadi kuasa hukum Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada saat Pilpres 2014 lalu.

Saat itu, Ketua Umum PBB yang juga pakar hukum tata negara itu juga tidak meminta bayaran.

"Dalam Pilpres 2014, saya juga pernah dimintai menjadi ahli dalam gugatan Pak Prabowo kepada KPU tentang hasil pilpres di MK dan itu saya lakukan, gratis juga, he-he-he..., tanpa bayaran apa pun dari Pak Prabowo," ucap Yusril Ihza Mahendra.

Erick Tohir Ajak Perempuan Keren Kampanye Sehat dan Antikebohongan

Sosok Ini yang Tawari Yusril untuk Jadi Kuasa Hukum Jokowi-Maruf

Yusril Ihza Mahendra memastikan dirinya selaku pengacara profesional Jokowi-Maruf siap berhadapan dengan tim hukum dari kubu Prabowo-Sandiaga.

Kabar yang didengarnya, tim Prabowo-Sandi akan dibantu oleh pengacara Hotman Paris, sama seperti Gubernur DKI Anies Baswedan.

"Saya mendengar dari pihak Pak Prabowo dan Pak Anies sudah menunjuk Pak Hotman Paris sebagai lawyer-nya. Mudah-mudahan informasi yang saya terima tidak salah. Pak Hotman adalah rekan dan sahabat saya dan hubungan kami selama ini baik serta saling hormat-menghormati," tutup Yusril Ihza Mahendra.

Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Mar'uf, Raja Juli Antoni berujar dengan bergabungnya Yusril Ihza Mahendra akan membantu Jokowi-Ma'ruf.

Antoni mengatakan, bergabungnya Yusril Ihza Mahendra selaku tim hukum menjadi bonus tersendiri buat Jokowi-Ma'ruf.

"Bahwa beliau ketua umum sebuah partai tentu saja itu bonus," ujarnya.

Wakili Jokowi, Ali Mochtar Ngabalin Sampaikan Pesan Pada Keluarga Korban Pesawat Lion Air PK-LQP

Milenial Pendukung Jokowi, Kumpul Bareng Komunitas Street Ball di Tangerang Selatan

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding juga mengapresiasi dan menyambut baik bergabungnya Yusril Ihza Mahendra sebagai pengacara Jokowi-Ma'ruf.

Yusril Ihza Mahendra dianggap memiliki reputasi dan kaya pengalaman, terutama di bidang hukum.

"Pak Yusril kita kenal salah satu orang terbaik dalam bidang hukum, pengacara, dengan kapasitas luar biasa," ujar Karding. (tribun network/kcm/coz)

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved