Breaking News:

Butuh Uang Untuk Traktrir Teman, Pelajar Jambret Ponsel Guru di Tambora

"Saat tarik menarik itulah motor yang ditumpangi pelaku terjatuh dan BA berhasil diamankan di lokasi kejadian," kata Iver.

Butuh Uang Untuk Traktrir Teman, Pelajar Jambret Ponsel Guru di Tambora
ISTIMEWA/Dokumentasi Polsek Tambora
BA (18), penjambret yang merampas ponsel milik seorang guru telah diamankan di Mapolsek Tambora.

‎Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBORA - Berdalih butuh uang untuk mentraktir teman-temannya, BA (18) nekat menjambret ponsel milik NI (31) di Jalan Latumenten, Tambora, Jakarta Barat pada Minggu (11/11/2018) sekira Pukul 05.00 WIB.

‎Kapolsek Tambora Kompol Iver Son Manossoh mengatakan saat itu korban yang diketahui merupakan seorang guru sedang berjalan kaki menuju RPTRA Kalijodo untuk berolahraga.

"‎Korban jalan kaki sambil membawa handphone, tiba tiba handphonenya itu ditarik oleh pelaku yang berboncengan sepeda motor," kata Iver saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2018).

Iver mengatakan korban yang sadar menjadi korban penjambretan sempat melawan hingga saling tarik-tarikan dengan pelaku.

"Saat tarik menarik itulah motor yang ditumpangi pelaku terjatuh dan BA berhasil diamankan di lokasi kejadian," kata Iver.

Iver memaparkan saat ini pihaknya masih memburu satu pelaku lain yang saat kejadian berhasil melarikan diri dengan sepeda motor.

"Identitas pelaku yang sudah diketahui ‎dan sekarang sedang kami kejar," kata Iver.

Kanit Reskrim Polsek Tambora, AKP Supriyatin menambahkan, pelaku saat menjalankan aksinya tidak mengetahui kalau korbannya adalah seorang guru.

"Pelakunya pelajar dan korbannya itu guru, ‎namun sekolahnya berbeda, jadi mereka memang tidak saling mengenal," kata Supriyatin.

Basarnas Sudahi Operasi Pencarian Korban, KNKT Kerahkan Alat Canggih Cari Black Box Lion Air

Hadapi Musim Hujan dan Ancaman Banjir, Ini Sederet Langkah yang Dilakukan Gubernur Anies Baswedan

Kini akibat perbuatannya, selain terancam dikeluarkan dari sekolah, BA juga etelah mendekam di tahanan.

"Pelaku akan kita jerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan," kata Supriyatin.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved