Emosi Pemain Hantui Laga Timnas Indonesia Vs Timor Leste

Kedua tim pernah terlibat baku hantam saat jumpa pada ajang sepak bola Sea Games 2017 yang diselenggarakan di Malaysia

Penulis: MuhammadZulfikar | Editor: Muhammad Zulfikar
Tribunnews.com/Abdul Majid
Pemain Timnas Indonesia Gavin Kwan, Pelatih Bima Sakti, Pelatih Timor Leste Norio Tsukitate dan kapten Timor Leste Jorge Sabas Victor dalam jumpa pers sebelum laga di ruang konferensi pers, Senayan, Jakarta, Senin (12/11/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Permainan Timnas Indonesia kontra Singapura menghasilkan satu kartu merah yang didapatkan oleh I Putu Gede.

Putu Gede diusir dari lapangan setelah mendapatkan kartu kuning kedua pada menit ke-94, sebelumnya ia mendapatkan kartu kuning pertama pada menit ke-60.

Pada laga itu, para pemain Timnas Indonesia yang tertinggal 0-1 memang terlihat mulai emosional, tak ayal banyak pelangaran terjadi khususnya di pengujung laga.

“Masalah Timor Leste kami sudah tahu tim ini tidak bisa dianggap remeh, saya juga katakan kepada pemain jangan pernah menganggap remeh lawan,” kata Bima Sakti, Senin (12/11/2018).

“Pokoknya besok jangan sampai terbawa emosi. Menghadapi Timor Leste kami harus bermain lebih sabar, dan jangan sampai terpancing lagi,” sambungnya.

Tak hanya itu, faktor lainnya yang Bima menekankan ialah bagaimana Hansamu dkk harus bisa bermain dengan variasi lainnya tidak melulu melakukan serangan melalui bagian sayap.

“Memang tim lain sudah mengantisipasi kekuatan kami dari sayap. Tapi saya sudah punya cara lain. Kami harus bermain lebih variasi lagi, karena waktu dua pemain kami ditutup pemain Singapura kami sudah kehilangan akal,” pungkasnya.

Hargianto Janji Jaga Emosi
Gelandang timnas Indonesia, Muhammad Hargianto bertekad untuk menjaga emosi saat timnya jumpa timnas Timor Leste.

Timnas Indonesia akan menjamu Timor Leste pada laga kedua fase Grup B Piala AFF 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (13/11/2018).

Kedua tim pernah terlibat baku hantam saat jumpa pada ajang sepak bola Sea Games 2017 yang diselenggarakan di Malaysia.

Untuk itu, Hargianto tak ingin ada kejadian serupa terulang saat kedua tim kembali bertemu di Piala AFF.

"Kami harus merespons dengan tenang, khususnya saya. Saya setiap hari selalu belajar apa yang buruk dari saya, berarti harus saya kurangi," kata Hargianto kepada wartawan.

"Begitu juga teman-teman lainnya, kalau mereka main kasar, buat apa kami ladeni," ujarnya menambahkan.

Menurut pilar Bhayangkara FC itu, permainan keras tak bisa terhindarkan jika lawan memancing emosi timnya.

Namun, Hargianto tak ingin respons atas permainan keras lawan sampai merugikan Indonesia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved