Ganjil Genap

Ganjil Genap di Gerbang Tol Tambun Diharapkan Kurangi Volume Kendaraan di Tol Jakarta Cikampek

Kendaraan yang melintasi gerbang Tol Tambun di Grand Wisata, Kabupaten Bekasi, akan terdampak kebijakan sistem ganjil genap.

Ganjil Genap di Gerbang Tol Tambun Diharapkan Kurangi Volume Kendaraan di Tol Jakarta Cikampek
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Gerbang Tol Tambun, Kabupaten Bekasi, Senin (19/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBUN SELATAN - Kendaraan yang melintasi gerbang Tol Tambun di Grand Wisata, Kabupaten Bekasi, akan terdampak kebijakan sistem ganjil genap.

Sejak Rabu (15/11/2018), Jasa Marga telah mensosialisasikan kebijakan ini di antaranya dengan memasang spanduk berukuran besar di jalur masuk Tol Tambun.

General Manager Jasa Marga Cabang Tol Jakarta Cikampek, Raddy R. Lukman, mengatakan pemberlakuan ganjil genap di gerbang Tol Tambun diharapkan efektif mengurangi volume kendaraan di ruas Jalan tol Jakarta Cikampek.

Saat ini terdapat sejumlah pekerjaan proyek di ruas tol Jakarta Cikampek, di antaranya pengerjaan proyek Jakarta Elevated II, Light Rapid Transit (LRT) dan Kereta Cepat Jakarta Bandung yang secara tidak langsung mempengaruhi kecepatan kendaraan di dalam ruas tol.

"Semakin padatnya aktivitas proyek juga, traffic juga secara tidak langsung ikut mendapat hambatan, ini (ganjil genap) lebih pada mengatasi kemacetan," ungkap Raddy kepada TribunJakarta.com pada Senin (19/11/2018).

Sejuah ini, kebijakan ganjil genap yang telah lebih dulu diberlakukan gerbang Tol Bekasi Barat dan Tol Bekasi Timur telah mengurangi volume kendaraan pada pukul 06.00 WIB sampai pukul 09.00 WIB mencapai 33 persen.

Hal itu belum cukup dikatakan efektif, pasalnya masih banyak pengedara memilih gerbang Tol Tambun sebagai alternatif memuju Jakarta melalui tol Jakarta Cikampek.

"Sehingga ketika di sini (GT Tambun) diberlakukan ganjil genap akan lebih efektif mengurangi kepadatan di dalam tol," jelas dia.

Raddy berharap pengedara dapat beralih menggunakan moda transportasi masal atau mengubah jam keberangkatan di luar jam pemberlakuan ganjil genap.

“Memang diharapkan dari pemberlakuan ganjil genap ini pengguna jalan bisa berpindah moda atau berpindah waktu lebih lagi. Sehingga, jam padatnya di ruas Cawang Bekasi jadi berkurang,” ungkap Raddy.

Ia belum dapat memastikan kapan kebijakan ganjil genap di gerbang Tol Tambun bakal diberlakukan. Ia menegaskan kebijakan tersebut akan di berlakukan dalam waktu dekat.

“Waktunya kita belum bisa definisikan. Kami menunggu, Jasa Marga sifatnya hanya mensupport saja,” sambung dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved