Selama Operasi Pasar, Harga Beras di Pasar Induk Cipinang Rp 8.500 per Kg
Bulog bekerjasama dengan PT Food Station Tjipinang Jaya dan PD Pasar Jaya, menggelar operasi pasar di Pasar Induk Beras Cipinang, Jatinegara
Penulis: Nawir Arsyad Akbar | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar
TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Badan Urusan Logistik (Bulog) bekerjasama dengan PT Food Station Tjipinang Jaya dan PD Pasar Jaya, menggelar operasi pasar di Pasar Induk Beras Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur.
Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa selama operasi pasar, terdapat 100 ton beras yang dijual seharga Rp 8.500 per kilogram.
"Hari ini akan ada 100 ton, secara simbolik kemudian ada 4 kilo (gram) yang sudah kita pack (kemas, red). Di Pasar Induk Beras Cipinang akan dilepas Rp 8.500," ujar Arief Prasetyo Adi, Kamis (22/11/2018).
Arief Prasetyo Adi mengatakan, operasi pasar juga akan digelar di pasar turunan yang bekerjasama dengan PD. Pasar Jaya, dan akan dijual seharga Rp 9.000.
"Di bawah harga eceran tertinggi beras medium, Rp 9.450. Jadi, tidak perlu diragukan lagi, ini akan tepat sasaran dan akan didistribusikan di seluruh wilayah, terutama Jakarta dan sekitarnya," ujar Arief Prasetyo Adi.
Adapun operasi pasar yang mulai digelar hari ini, merupakan instruksi dari Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, guna menstabilkan harga jelang Hari Raya Natal dan akhir tahun.
• Wali Kota Jakarta Timur Hadiri Pembukaan Operasi Pasar Beras Medium di PIBC
• Kementan Gelar Operasi Pasar Telur Ayam, Warga : Gapapa Ngantri Berdiri yang Penting Murah
Nantinya, akan ada 2 ribu ton beras tambahan guna memastikan stok beras aman, jelang Hari Raya Natal dan akhir tahun.
"Jika verifikasi semua sudah selesai, kita akan mulai di 5 ribu sampai 6 ribu ton satu minggu. Dan stoknya aman, saat ini kondisinya lebih baik dari tahun lalu. Karena tahun ini, stoknya Bulog itu di atas 2 juta ton," ujar Arief Prasetyo Adi.
Perlu diketahui, berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan data produksi beras tahun 2018 berdasarkan metode penghitungan baru. Hasilnya, diketahui Indonesia memilliki surplus produksi beras sebesar 2,8 juta ton.