Tuan Guru Bajang Kritik Keras Prabowo Subianto Soal Pemindahan Kedubes Australia ke Yerusalem
Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi mengkritik tajam pernyataan Prabowo Subianto terkait pemindahan Kedubes Australia di Israel dari Tel Aviv
Bagi kita, Penjajahan Israel terhadap Palestina adalah wajah buruk kolonialisme yang masih tersisa. Telanjang dan brutal.
Penjajahan Israel terhadap Palestina bertentangan dengan nalar kemanusiaan, kebangsaan dan keagamaan kita.
Secara kemanusiaan, tidak ada seorangpun yang masih memiliki nurani tidak terusik terhadap apa yang puluhan tahun diderita warga
Palestina. Tanah mereka dirampas, sumber kehidupan mereka dipotong bahkan nyawa mereka hilang. Hak menentukan hidup bebas tidak mereka miliki. Nurani kemanusiaan ini juga tergambar dalam beragam Resolusi PBB terkait Palestina.
Secara kebangsaan, posisi kita jelas sebagaimana yang termaktub dalam alinea pertama pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, "maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan".
Setiap pemerintahan kita tanpa kecuali menganggap ini garis merah yang tidak boleh dilampaui. Tidak ada kompromi terhadap penjajahan Israel terhadap Palestina.
Secara keagamaan, saya yakin tidak ada agama yang membolehkan penganiayaan kolektif berkelanjutan yang sistemik sebagaimana yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina.
• Dipeluk Jokowi, Ini Kisah Israel yang Selamat dari Gempa Palu, Sang Ibu Meninggal Karena Tsunami
• Masuk Top 15 Kekuatan Militer Dunia, Indonesia Lewati Israel dan Australia
Kita tidak boleh lupa, Palestina melalui Mufti Besar Syekh Muhammad Amin Husaini adalah salah satu bangsa yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia.
Kita senasib dan sepenanggungan dengan rakyat Palestina.
Saya sangat menyayangkan statemen Capres Bapak Prabowo Subianto yang menganggap rencana salah satu negara untuk memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem sebagai hak dan kedaulatan negara tersebut, yang dengan demikian harus dihormati.
Pernyataan itu menafikan jalinan sejarah perjuangan Palestina yang berkelindan dengan perjuangan bangsa kita. Ini bukan sekedar masalah kedaulatan suatu negara sahabat, tetapi ini isu kebangsaan dan keumatan yang selalu menjadi perhatian kita sebagai bangsa.
Tidak boleh ada statemen langsung maupun tidak langsung melegalkan kondisi yang ada di Palestina.
Apapun, pernyataan itu tidak boleh melemahkan semangat kita untuk memperjuangan hak saudara kita di Palestina untuk merdeka.
Pertanggungjawaban kita adalah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa ALLOH SWT, sebagai bangsa dan terhadap sejarah
Wapres Jusuf Kalla Anggap Wajar
Wakil Presiden Jusuf Kalla menganggap wajar terhadap pernyataan calon presiden Prabowo Subianto yang menghormati keputusan Australia memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem.