Reuni Akbar 212: Fadli Zon Hingga Anies Baswedan Pastikan Hadir di Monas

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku bakal hadiri acara Reuni Akbar Alumni 212 yang diselenggarakan di Monumen Nasional (Monas)

Penulis: MuhammadZulfikar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Massa Aksi Damai 212 melaksanakan salat jumat di Kawasan Monas, Jakarta, Jumat (2/12/2016). Aksi menuntut ditangkapnya Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atas dugaan penistaan agama kali ini diisi dengan kegiatan dzikir dan doa bersama. 

Anies menyebut kehadirannya dalam acara yang menggunakan Monas sebagai tempat menghelat kegiatan tidak menjadi sesuatu yang spesial atau luar biasa.

Sebab, menurutnya sudah menjadi hal biasa bagi seorang pemimpin daerah untuk menghadiri acara-acara yang digelar di wilayah pemerintahannya.

Dia mencontohkan, selama satu tahun terakhir terhitung sejak dirinya menjabat sebagai Gubernur DKI, berbagai macam kegiatan mulai dari pelaksanaan Reuni Akbar Alumni 212 tahun pertam, hingga kegiatan kesenian, telah ia datangi.

"Begitu banyak kegiatan diselenggarakan di Monas dan Gubernur hadir dalam kegiatan kegiatan di Monas. Teman-teman bisa cek selama 6 bulan (dalam) 1 tahun terakhir ini, berbagai macam acara diselenggarakan di Monas, Gubernur datang. Jadi bukan sesuatu yang luar biasa jika Gubernur datang kesitu. Sesuatu yang biasa-biasa saja," jelas Anies.

Tak Ada Atribut Parpol dan Capres
Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Ma'arif memastikan tidak akan ada atribut partai politik atau capres-cawapres dalam acara Reuni Akbar Mujahid 212.

Diketahui, Reuni Akbar Mujahid 212 akan berlangsung di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (2/12/2018).

"Bagi kita enggak perlulah bawa atribut partai mana pun. Orang juga sudah tahu 212 itu bagaimana arah perjuangannya," ujar Ma'arif dalam konferensi pers di gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2018).

Ma'arif mengatakan jika ada yang membawa atribut partai politik atau capres-cawapres pihaknya akan melakukan penertiban.

"Sesuai dengan cara yang akhlakulkarimah, kami akan amankan bendera atau atribut partai politik," ujarnya.

Ma'arif yang juga menjadi penanggung jawab acara akan berusaha semaksimal mungkin melakukan hal tersebut.

Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Kubangan Bekas Galian Tanah di Bogor

Yuk Manfaatkan Fitur-fitur Tersembunyi di WhatsApp Biar Chating Makin Mudah

Tingkatkan Pelayanan Pasien, Kemenkes Imbau Seluruh RS Gunakan Instalasi Gas Oksigen

"Entah itu atribut parpol atau wajah salah satu pasangan capres-cawapres (akan diamankan)," imbuhnya.

Akan tetapi, pihaknya tidak bisa menjamin atribut partai politik atau capres-cawapres semuanya bisa ditertibkan.

Alasannya, tim keamanan yang diturunkan jumlahnya berkisar 6 ribu personel gabungan dari laskar sejumlah ormas islam.

"Nah, kalau yang hadir nanti ada 10 juta kan lain ceritanya pasti," ujarnya. (Tribunnews.com)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved