Ini Alasan Penyandang Tunanetra Jadi Penjual Kerupuk Keliling

Ia mengatakan keterbatasan yang mereka miliki bukanlah penghalang untuk terus bertahan hidup tanpa bermodalkan belas kasihan orang lain

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Ali, penyandang tunanetra yang menjadi tukang pijat dan penjualan kerupuk keliling ditemui di panti pijat miliknya di kawasan Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (29/11/2018)‎. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Selain menjadi tukang urut, banyak penyandang tunanetra yang menjadi penjual kerupuk.

Dengan membawa tongkat sebagai penunjuk jalan, mereka berkeliling membawa kerupuk ikan untuk dijualnya.

Rupanya bukan tanpa alasan banyak penyandang tunanetra yang menjadi penjual kerupuk untuk membiayai kehidupannya.

Ali (45), penyandang tunanetra yang berjualan kerupuk mengatakan, salah satu alasan banyak tuna netra yang berjualan kerupuk lan‎taran barang yang dijualnya itu ringan untuk dibawa kemana-mana.

Hal itu lantaran mereka menjual kerupuk tersebut sambil berkeliling.

"‎Kerupuk itu kan ringan, jadi kita bawa banyak sambil keliling juga enggak berat. Jadi itu salah satu alasannya banyak yang jadi penjual kerupuk selain jadi tukang pijit," kata Ali ditemui TribunJakarta.com di kawasan Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (29/11/2018).

Selain karena bebannya yang ringan, ‎Ali menyebut berjualan kerupuk tak terlalu berisiko besar. 

Banyak masyarakat yang menyukai kerupuk sebagai cemilan juga disebut menjadi alasan lainnya.

"Kalau kerupuk itu kan banyak yang suka dan juga murah, makanya jarang yang kebuang kalau enggak laku," kata Ali.

Banyaknya penyandang tunanetra yang tetap bekerja meski ditengah keterbatasan membuat Ali bangga.

Video Polisi Tetapkan Sopir Kecelakaan Maut Cipondoh Sebagai Tersangka

HMI Pamulang Berunjuk Rasa di Pemkot Tangsel, Pertanyakan Indikasi Politis Lurah Non PNS

Ia mengatakan keterbatasan yang mereka miliki bukanlah penghalang untuk terus bertahan hidup tanpa bermodalkan belas kasihan orang lain.

"Saya punya anak tiga, makanya meski enggak melihat saya tetap harus kerja keras sebisa saya," ucapnya.

Ali mengaku telah sekitar 10 tahun ‎berjualan kerupuk keliling. Namun, lantaran saat ini sedang musim hujan, ia berhenti dulu berjualan kerupuk dan fokus menjadi tukang pijat.

"Kalau hujan itu repot, makanya sekarang saya di panti pijat dulu, kebetulan saya juga buka praktek ‎pijit sama sepupu saya disini (Kemanggisan)," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved