Fakta Tawuran Perguruan Katak Beracun: Gunakan Air Keras Hingga Grup Whatsapp Pepupa
Aksi tawuran Perguruan Katak Beracun, berhasil diungkap aparat Polres Tangerang Selatan (Tangsel) dan Polsek Pondok Aren.
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Aksi tawuran Perguruan Katak Beracun, berhasil diungkap aparat Polres Tangerang Selatan (Tangsel) dan Polsek Pondok Aren.
Aksinya yang terakhir, tawuran dengan sekelompok ABG di Bintaro Sektor III, Pondok Aren, Tangsel, Minggu (2/12/2018) lalu, meresahkan warga, bahkan membuat tewas satu orang dan tiga orang lainnya luka parah.
Dari tawuran tersebut, aparat menangkap sembilan orang tersangka, dan tujuh di antaranya masih di bawah umur.
Mereka adalah MSBI (16), RD (21), S (13), BKA (17), WTP (15), SN (17), MY (15), Ahmad Fauzi (18) dan Deni Malik (18).
Masih ada dua pelaku lainnya yang masum daftar pencarian orang (DPO), B dan T.
Janjian Lewat Medsos
Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan, mengatakanTerjadinya tawuran akibat Perguruan Katak Beracun itu beradu ejek di media sosial.
Kekesalan yang timbul, berujung janji bertemu satu sama lain untuk baku hantam. Lokasi pun dipilih di Bintaro, mengingat titik tengah antara kedua kelompok ABG itu.
Perguruan Katak Beracun dari Ciputat, sedangkan lawannya dari wilayah Tangerang. Jika dilihat dari korbaannya, banyak yang berasal dari kecamatan Larangan.
"Mereka ada grup-grup medsos, saling ejek dan memanasi di media sosial," ujar Ferdy yang didampingi Kapolsek Pondok Aren, Kompol Yudho Huntoro dan Kasat Reskrim AKP Alexander Yurikho, saat gelar rilis pengungkapan tersangka tawuran itu, di area Mapolres Tangsel, Jumat (7/12/2018).
Grup Whatsapp Pemuda Pulang Pagi (Pepupa)
Mengenai nama Perguruan Katak Beracun itu disebutkan langsung oleh pelaku Ahmad Fauzi saat gelar rilis itu.
"Perguruan Katak Beracun," ujarnya singkat yang memancing tawa awak media dan aparat kepolisian yang mendengarnya.
Di keterangan resmi dari polres, selain menamai diri Perguruan Katak Beracun tersebut, anak-anak yang remaja pelajar SMK itu juga memiliki grup aplikasi pesan singkat Whatsapp, bernama Pemuda Pulang Pagi (Pepupa).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/kapolres-tangsel-akbp-ferdy-irawan.jpg)