Jadi Putri Raja Keraton Yogykarta, GKR Hayu Enggan Dipanggil Gusti dan Lebih Nyaman Dipanggil 'Mbak'
Menurutnya panggilan tersebut membuat oranglain jadi segan dan ia justru merasa tidak nyaman bila di luar kerajaan, ia tetap dipanggil Gusti.
TRIBUNJAKARTA.COM - Penyanyi Glenn Fredly dan Tompi berkesempatan mengundang Gusti Kanjeng Ratu Hayu, Putri keempat Keraton Yogyakarta.
GKR Hayu sempat disindir kampungan karena mengucap terimakasih saat menyebrang dari Plaza Senayan ke Senayan City.
Tetapi, sikap GKR Hayu saat menanggapi hal tersebut jadi sorotan dan menuai pujian dari masyarakat.
Meski dirinya Putri Raja, tetapi GKR Hayu memiliki etika yang bisa dicontoh juga bermanfaat bagi banyak orang.
Tak banyak yang tahu, meski memiliki gelar kerajaan, GKR Hayu justru enggan dipanggil Gusti.
Menurutnya panggilan tersebut membuat oranglain jadi segan dan ia justru merasa tidak nyaman bila di luar kerajaan, ia tetap dipanggil Gusti.
"Apa kabar Gusti? Aku panggilnya apa nih, Gusti Kanjeng?" tanya Glenn dengan merapatkan kedua telapak tangannya.
"Kalau Mbak aja, gimana?" pinta GKR Hayu sembari menjawab pertanyaan Glenn.
"Oke, itu penting untuk ditanya dulu.
Karena bingung nih kalau berhadapan. Kita dikasih nama lengkap, panggilnya apa," tambah Glenn.
GKR Hayu kemudian menjelaskan bahwa panggilan Gusti hanya diwajibkan untuk abdi dalem di lingkungan Keraton, selain itu masyarakat tak diharuskan memanggil Gusti.
"Kalau Anda sendiri, lebih nyaman dipanggil Gusti atau nggak?" tanya Tompi.
"Nggak," jawab GKR Hayu sembari tertawa lepas diiringi tawa dari Tompi juga.
• Kisah GKR Hemas Saat Pertemuan dengan Calon Sultan yang Sedang Beli Bakmi
• Istri Sultan Yogyakarta Kena Sanksi Akibat 12 Kali Bolos Rapat DPD, GKR Hemas: Jelas, Saya Menolak!
Menurut GKR Hayu, persepi orang memandang keluarga Kerajaan seperti Cinderella.
"Kita sebenernya normal. I guess, di luar juga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/gkr-hayu1.jpg)