Minta Tsunami Banten Tak Dikaitkan dengan Azab, Sudjiwo Tedjo: Yang Meninggal Justru Yang Selamat

Budayawan Sudjiwo Tedjo meminta Tsunami yang menerjang Banten, pada Sabtu (22/12/2018) tak dikaitkan dengan azab.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
51 jenazah korban tsunami Anyer disinggahkan di Puskesmas Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. 

Pantauan TribunJakarta.com baru dua jam diunggah kicauan Sudjiwo Tedjo itu sudah viral.

Kicauan tersebut sudah disukai dan di-retweet ribuan kali oleh pengguna Twitter.

Ratusan komentar juga nampak memenuhi kolom komentar kicaun itu.

"setuju mbah. aku pun merasa dunia ini isinya gedebukan dan ujian saja."

"Betul mbah. Mantab Jiwa"

"Coba ngomong spt ini ke keluarga korban mbah..

Atau mgkn misal keluarga mbah tedjo yg jadi korban..bisa ngomong seperti ini tidak?"

5 Fakta Tsunami Banten dan Lampung

Tsunami yang menerjang Lampung dan Banten pada Sabtu (22/12/2018) memiliki fakta tersendiri.

Berikut ini 5 fakta tsunami Banten dan Lampung yang telah Grid.ID rangkum dari berbagai sumber.

1. Awalnya Dinyatakan sebagai Gelombang Pasang bukan Tsunami

Sesaat setelah air laut terjang pesisir pantai Anyer dan Lampung Selatan, BMKG sempat menyatakan yang terjadi hanyalah gelombang tinggi.

"Tidak Ada Tsunami di Anyer dan Lampung Selatan, Hanya Gelombang Pasang," tulis BNPB dikutip Grid.ID dari akun Instagram @bnpb_indonesia (23/12/2018).

Namun kemudian hasil penyelidikan terus berkembang dan BMKG akhirnya menyatakan bahwa yang terjadi adalah tsunami.

Info ini disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved