Minta Tsunami Banten Tak Dikaitkan dengan Azab, Sudjiwo Tedjo: Yang Meninggal Justru Yang Selamat
Budayawan Sudjiwo Tedjo meminta Tsunami yang menerjang Banten, pada Sabtu (22/12/2018) tak dikaitkan dengan azab.
Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Erik Sinaga
"Benar, Tsunami Menerjang Pantai di Selat Sunda
BMKG telah menyampaikan secara resmi bahwa tsunami telah terjadi dan menerjang beberapa wilayah pantai di Selat Sunda, diantaranya di pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan. Tsunami terjadi pada 22/12/2018 sekitar pukul 21.27 WIB." Tulis Sutopo dikutip Grid.ID dari akun Instagram @sutopopurwo (23/12/2018).
2. Korban dan dampak tsunami Banten
Jumlah korban jiwa dan kerusakan akibat tsunami Banten terus bertambah karena masih dalam proses pendataan.
Hingga pukul 10.00 WIB, Sutopo mengumumkan jumlah korban meninggal adalah 62 orang.
Sementara itu jumlah korban luka ada 584 orang dan 20 orang hilang.
Selain itu tsunami juga menyebabkan 430 rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat dan 10 kapal rusak berat.
3. Dugaan penyebab tsunami
Sutopo juga menyampaikan dugaan penyebab tsunami menurut BMKG dan Badan Geologi.
Tsunami bukan dipicu oleh gempa bumi karena tidak ditemukan adanya aktivitas tektonik di alat seismograf.
Kemungkinan tsunami ini terjadi karena adanya longsor bawah laut pengaruh erupsi gunung Anak Krakatau.
Pada saat bersamaan juga terjadi gelombang pasang akibat bulan purnama.
"Tsunami bukan dipicu oleh gempabumi. Tidak terdeteksi adanya aktivitas tektonik. Kemungkinan tsunami terjadi akibat longsor bawah laut karena pengaruh dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Pada saat bersamaan terjadi gelombang pasang akibat pengaruh bulan purnama. Jadi ada kombinasi antara fenomena alam yaitu tsunami dan gelombang pasang." Tulis Sutopo Purwo dikutip Grid.ID dari akun Instagram @sutopopurwo.
4. Fenomena Langka
BMKG menyatakan bahwa kejadian ini merupakan hal yang langka.