Jelang Tahun Baru, Penjual Kembang Api di Ciputat Sepi

Jumlah penjual kembang api dan petasan kini semakin berkurang di Jalan WR Supratman, Ciputat Timur, Tangerang Selatan

Jelang Tahun Baru, Penjual Kembang Api di Ciputat Sepi
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Aldo dan Tio, penjual kembang api di Jalan WR Supratman, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Sabtu (29/12/2018).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir 

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT TIMUR - Jumlah penjual kembang api dan petasan kini semakin berkurang di Jalan WR Supratman, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel). 

Pantauan TribunJakarta.com pada Sabtu sore (29/12/2018), sepanjang jalan yang menghubungkan antara Jalan Ir Juanda hingga Stasiun Pondok Ranji itu, hanya ada dua lapak penjual kembang api

Satu di antara penjual itu adalah Aldo (16), saat ditemui, ia baru membuka lapaknya dibantu saudaranya, Tio (15).

Aldo mengaku hanya membantu menjualkan kembang api dan petasan milik abangnya. 

Ia sudah mulai berjualan sejak Selasa (25/12/2018) lalu. 

Laki-laki yang masih duduk di bangku kelas X SMA itu, menyadari sepinya penjual kembang api di Jalan WR Supratman. 

"Biasanya ada satu di depan situ. Ini enggak ada. Memang sepi sekarang," ujar Aldo menunjuk persimpangan Kompas yang tepat berada di seberang lapaknya. 

Ia tidak mengerti faktor apa yang membuat sepinya lapak penjual kembang api di wilayahnya. 

"Mungkin modalnya sudah habis kali," ujar Aldo. 

Jawaban serupa juga diutarakan Fuad, penjual kembang api yang membuka lapaknya tepat di seberang Klinik Raifa. 

Fuad memperkirakan, masyarakat sudah bosan dengan kembang api dan petasan. Hal itu membuat para penjualnya pun urung menggelar lapak.

Pemkot Tangsel Imbau Warga Tidak Bakar Petasan atau Kembang Api saat Tahun Baru 2019

Jadi Pemicu Kebakaran, Wali Kota Jakarta Barat Minta Warga Tak Nyalakan Kembang Api di Permukiman

Pria yang sudah 14 tahun berjualan kembang api di akhir tahun itu, mengungkapkan, gejalanya sudah terlihat dari tahun lalu. 

"Dari tahun lalu sudah berkurang. Mungkin orang sudah bosan, daya belinya sudah berkurang, enggak tahu dah," ujar Fuad sambil tertawa.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved