Badan Geologi Sebut 4,5 Juta Warga Indonesia Terancam Letusan Gunung Berapi

Ia mengatakan, bahwa pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada warga terkait mitigasi bencana jika sewaktu-waktu gunung berapi meletus.

Tayang:
Penulis: Nawir Arsyad Akbar | Editor: Wahyu Aji
KOMPAS/RIZA FATHONI
Aktivitas letupan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terpantau dari udara yang diambil dari pesawat Cessna 208B Grand Caravan milik maskapai Susi Air, Minggu (23/12/2018). ( 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), menyebut bahwa 4,5 warga Indonesia terpapar ancaman dari letusan gunung berapi yang tersebar di sejumlah wilayah.

Kepala Badan Geologi Rudy Suhendar mengatakan, pihaknya terus memantaua seluruh gunung berapi tersebut, guna memberi keamanan bagi warga Indonesia yang terancam letusan gunung berapi.

"Kami punya pengamat kurang kebih 200 orang yang bekerja 24 jam. Sekitar 4,5 juta penduduk masyarakat kita terancam letusan gunung berapi. Tugas kita menyelamatkan, tugas kita memberikan ketenangan kepada masyarakat," ujar Rudy di Pulogadung, Jakarta Timur.

Ia mengatakan, bahwa pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada warga terkait mitigasi bencana jika sewaktu-waktu gunung berapi meletus.

Hal tersebut dilakukan agar masyarakat tahu, apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana di wilayahnya.

"Diharapkan semua ngerti. Mitigasi sebenarnya kita tinggal di mana. Masyarakat harus tahu dia tinggal di wilayah seperti apa. Apalagi pendatang turus dia datang ke mana dan harus ke mana kalau ada apa-apa," ujar Rudy.

Sementara itu, Ahli Vulkanologi Indonesia, Surono atau akrab disapa Mbah Rono mengatakan bahwa pendidikan sadar bencana untuk masyarakat, sangat penting guna menghadapi bencana suatu saat.

Surono bahkan mengatakan, bahwa pendidikan sadar bencana sudah ia suarakan sejak dulu agar masuk ke dalam kurikulum pembelajaran di seluruh sekolah di Indonesia.

Karena menurutnya, pendidikan sadar bencana sangatlah penting, agar masyarakat dapat mengetahui apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana dan dapat mengurangi jumlah korban jiwa.

"Jadi pendidikan dalam bencana itu penting, bencana tanpa dasar pendidikan yang baik dan benar sudahlah gagal. Kan (masyarakat) harus tahu tata caranya," ujar Surono.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved