Merasa Dipojokkan, SMAN 1 Sambas Tegaskan Tak Ada Setting Kemenangan Final LCC 4 Pilar MPR RI

SMAN 1 Sambas akhirnya buka suara terkait polemik final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. 

Tayang:
Tribunnews.com/Fersianus Waku/Tangkapan Layar
BABAK FINAL DIULANG - Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, saat menggelar jumpa pers di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Perkembangan terbaru polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar untuk Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) disikapi Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). 

TRIBUNJAKARTA.COM - SMAN 1 Sambas akhirnya buka suara terkait polemik final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. 

Dalam pernyataannya yang dirilis Jumat (15/5/2026), pihak sekolah menegaskan menolak pelaksanaan final ulang sekaligus membantah keras tuduhan adanya setting kemenangan.

Pernyataan tersebut disampaikan berdasarkan komitmen bersama dewan guru, staf tata usaha, peserta LCC Empat Pilar, serta orang tua siswa demi menjaga marwah pendidikan dan kesehatan mental peserta didik.

SMAN 1 Sambas menyatakan menghormati setiap keputusan resmi yang ditetapkan penyelenggara sebagai bagian dari mekanisme lomba.

Namun, sekolah juga meyakini bahwa tim mereka telah berkompetisi sesuai tata tertib yang berlaku dan disepakati seluruh peserta.

Selain itu, pihak sekolah menyayangkan sikap penyelenggara yang dinilai lamban meluruskan informasi di tengah polemik yang berkembang di media sosial.

Akibatnya, SMAN 1 Sambas merasa terus menjadi sasaran tuduhan dan opini negatif publik.

"Membantah keras tuduhan kecurangan , penyuapan, tindak nepotisme, dan prasangka setting kemenangan yang dituduhkan kepada SMAN 1 Sambas," demikian salah satu poin dalam pernyataan resmi sekolah.

Sekolah juga mengecam berbagai narasi, opini, hingga serangan di media sosial yang dinilai telah mencemarkan nama baik sekolah, guru, staf, murid, bahkan alumni.

Menurut pihak sekolah, kondisi tersebut turut memicu tekanan psikologis terhadap pihak-pihak yang terdampak.

"Mengecam munculnya berbagai bentuk opini, narasi, tuduhan maupun tindakan di media sosial yang menyerang sekolah, dewan guru, beserta staf Tu murid dan bahkan sampai ke alumni. Tindakan ini telah mencemarkan nama baik SMAN 1 Sambas, menimbulkan tekanan psikologis kepada pihak yang terdampak serta memperkeruh suasana," ujarnya. 

Dalam sikap resminya, SMAN 1 Sambas secara tegas menyatakan menolak pertandingan final ulang tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Tak hanya itu, sekolah mendesak penyelenggara untuk memulihkan nama baik SMAN 1 Sambas dan memberikan jaminan keamanan terhadap kondisi psikis murid sebelum mewakili Kalbar di ajang LCC Empat Pilar tingkat nasional.

Pihak sekolah berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mengedepankan penyelesaian yang objektif, bijaksana, serta berkeadilan agar polemik tidak semakin meluas.

"Kami berharap seluruh pihak dapat menahan diri, menghormati proses yang sedang berlangsung dan mengedepankan penyelesaian yang bijaksana, objektif, serta berkeadilan," tutupnya. 

Statement SMAN 1 Pontianak

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved