PPSU Jakarta Utara Diajak Kuliah untuk Tingkatkan Skill

Kompetensi pendidikan petugas lapangan seperti PPSU saat ini hanya memiliki ijazah Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai pendidikan.

PPSU Jakarta Utara Diajak Kuliah untuk Tingkatkan Skill
ISTIMEWA/Dok. Kominfotik Jakarta Utara
Pemerintah Kota Jakarta Utara diwakilkan Sumiyati, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Jakarta Utara bersama Pihak Politeknik Jakarta yang membuat program Coorporat Social Responsbility (CSR) dalam peningkatan kompetensi petugas lapangan, guna meningkatakan taraf hidup mereka menjadi lebih baik lagi, di ruang Rapat Sekertaris Kota Jakarta Utara, Selasa (8/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis 

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Petugas Penanganan Prasana dan Sarana Umum (PPSU) diajak untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi yakni ke bangku perkuliahan.

Kompetensi pendidikan petugas lapangan seperti PPSU saat ini hanya memiliki ijazah Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai pendidikan terakhirnya.

Peningkatkan kompetensi pendidikan dirasa akan berdampak lebih positif terhadap kemampuan (skill) anggota PPSU tersebut.

Pemerintah Kota Jakarta Utara menyambut baik niat LP3i Politeknik Jakarta yang membuat program Coorporat Social Responsbility (CSR) dalam peningkatan kompetensi petugas lapangan, guna meningkatakan taraf hidup mereka menjadi lebih baik lagi.

“Pemkot tentu sangat mengapresiasi audiensi dan program CSR ini dalam rangka memberikan kesempatan petugas lapangan seperti PPSU dalam meningkatkan pendidikan,” kata Sumiyati, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Jakarta Utara, saat ditemui di ruang Rapat Sekertaris Kota Jakarta Utara, Selasa (8/1/2019).

Sumiyati menuturkan perlu adanya penyesuaian waktu terhadap jam kerja petugas serta koordinasi dengan Wali Kota Jakarta Utara Syamsuddin Lologau terkait kebijakan program tersebut, mengenai biaya kuliah dan kondisi perekonomian petugas.

Heboh Capres Fiktif Nurhadi-Aldo, Peneliti LSI Denny JA : Masyarakat Jenuh dengan Pilpres 2019

“LP3i ini hadir untuk memfasilitasi itu. Tentunya harus dikoordinasikan dan sesuaikan jam kerja mereka. Tapi lebih lanjut mereka harus bersurat ke Wali Kota karena menyangkut kebijakan. Bagaimana mekanismenya untuk melanjutkan pendidikannya," katanya.

Sementara itu, Direktur LP3i Politeknik Jakarta Jaenudin Akhmad menerangkan, program CSR tersebut merupakan bentuk kontribusi terhadap masyarakat Jakarta Utara.

Jaenudin menyebutkan, tak hanya petugas PPSU, program tersebut dapat dinikmati petugas lainnya, baik Sumber Daya Air, Satpol PP, Tenaga Tata Usaha, Pustakawan, dan Laboran Sekolah.

“Pendidikan yang kami tawarkan yakni berjenjang D3. Konsentrasi pendidikan yang kami tawarkan, yaitu Administrasi Perkantoran dan Informatika Komputer," katanya.

Selain itu, pihaknya pun turut mengembangkan potensi masyarakat melalui kompetisi futsal, video bloger (vlog), dan life skill.

Program tersebut rencananya akan dikolaborasikan terhadap program pemerintah, seperti halnya kompetisi futsal yang dikolaborasikan dengan Fastival Olahraga Sepanjang Tahun.

“Begitu pun kompetisi Vlog yang akan melombakan kearifan local di Jakarta Utara seperti destinasi wisata pesisir. Program life Skill kami lakukan dengan memberikan keterampilan kepada anggota Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK), yang sudah dilakukan di Kelurahan Tugu Selatan,” katanya.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved