Kritik KJP Plus Era Tak Terkontrol, Forum Warga Sebut Kini Bisa Dipakai Beli Apapun dan Cairkan Uang

Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus di era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai mengalami kemunduran oleh segelintir pihak

Kritik KJP Plus Era Tak Terkontrol, Forum Warga Sebut Kini Bisa Dipakai Beli Apapun dan Cairkan Uang
TribunJakarta/Pebby Ade Liana
Pengamat dari Forum Warga Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan, saat memaparkan catatan akhir tahun 2018 terkait kinerja Anies, Kamis (10/1/2019). 

"Misalnya ada orang ke toko baju, seharga baju itu aja tarikan dananya. Misalnya harga bajunya Rp 300 ribu, KJP nya digesek seharga baju itu Rp 300 ribu. Tapi yang dikasih ke orangnya uangnya. dan gak segitu, ada potongan. Dipotong sama tokonya. Kan kita dapat struk ya Rp 300 ribu," ungkap Sumiati, Kamis (10/1/2019).

Sumiati, yang juga merupakan kepala divisi Pendidikan dan pengorganisasian Forum Warga Kota Jakarta mengaku sering kali menerima aduan soal penyalahgunaan KJP tersebut.

Anies Baswedan Pastikan Dana KJP Plus Sudah Dapat Digunakan Sejak 3 Januari 2019

Ia menjabarkan, masih banyak pengguna 'nakal' yang memanfaatkan hal tersebut. Bahkan sejumlah oknum menjadikan KJP sebagai salah satu alat jaminan saat meminjam uang.

"Kalau di kampung-kampung, itu suka ada namanya semacam bank keliling. Mereka gak punya uang, pinjam uang. Kartu KJP dan Pinnya dikasih ke mereka sebagai jaminan. Jadi nanti KJP nya dipegang mereka," katanya

Dalam hal ini, Forum Warga Kota Jakarta mengkritisi pemantauan dari Pemerintah Daerah mengenai penggunaan KJP tersebut.

RPTRA Sungai Bambu Siapkan 1200 Paket Pangan Murah KJP

Dana KJP Turun, Pedagang di Pasar Palmerah Keluhkan Mesin Pembayaran Sering Bermasalah

Sebab hal ini dinilai cukup menyedihkan. Bantuan yang diberikan pemerintah untuk pendidikan anak-anak, justru dengan mudahnya bisa disalahgunakan.
Salah satu faktornya, lantaran pembagian KJP tersebut dinilai tak tepat sasaran.

"KJP bisa diperbaiki sistemnya. seleksinya misal bersama RT datang ke rumah. Perintahkan ketua RT kasih PBB ke rumah warga. Gak ada guru (cek) ke rumah. Kayak tebak kancing kok. Coba tanya deh ke warga yang dapet. Dia anggap karena udah kenal murid maka kenal keluarganya. Harusnya datang. Menyertakan foto kan bisa via wa, harusnya datang," pungkas Azas Tigor Nainggolan.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved