Breaking News:

Bobol Gembok Kotak Amal dengan Cairan Kimia, Maling di Bekasi Bawa Kabur Uang Masjid Rp 10 Juta

Pelaku diduga menggunakan cairan kimia saat beraksi membuka gembok dan berhasil menggasak uang puluhan juta.

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Kotak amal Masjid Al-Hikmah di Jalan Pandega II, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi yang dibobol maling pada Rabu, (16/1/2019). 

Lapora Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, RAWALUMBU - Aksi maling kotak amal terjadi di Masjid Al-Hikmah, Jalan Pandega II, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.

Pelaku diduga menggunakan cairan kimia saat beraksi membuka gembok dan berhasil menggasak uang puluhan juta.

Suwarna Irawan Penasihat Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Hikmah mengatakan, peristiwa terjadi pada Rabu, 16 Januari 2019, sekitar pukul 02.30 dini hari.

Aksi pencuri sempat terekam kamera CCTV dan terlihat detik-detik proses pencurian uang kotak amal.

"Kalau dari rekaman CCTV dia (pelaku) sebelum mengambil uang dia membongkar gembok seperti menggunakan cairan kimia, dia keluarin dari kantung celana, lalu kaya di teteskan atau disiram gitu," kata Suwarna, Jumat, (18/1/2019).

Masjid Al-Hikmah di Jalan Pandega II, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi yang dibobol maling pada Rabu, (16/1/2019).
Masjid Al-Hikmah di Jalan Pandega II, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi yang dibobol maling pada Rabu, (16/1/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Aksi maling kotak amal berlangsung cukup singkat, setelah meneskan cairan kimia pada gembok, pelaku lalu berkeliling masjid, dua sampai lima menit kemudian dia kembali ke kotak amal yang telah ia incar lalu dengan mudah membuka kotak amal dan mengambil uang yang ada di dalamnya.

"Jadi abis tetesin cairan kimia itu dia sempet mondar-mandir, ke toilet, terus ke dalam lagi, gak lama balik lagi ke kotak amal langsung buka itu, gak ada dia nyongkel segala macem, gampang aja," jelas dia.

Kotak amal yang diicar pelaku memang berada di bagian paling depan masjid, kotak amal itu merupakan kotak amal yang diperuntukkan untuk infak pembangunan masjid.

Adapun pihak DKM Al-Hikmah biasa membukan kotak amal itu setiap periode tiga bulan sekali.

Kerugian akibat musibah ini diperkirakan Rp 8 sampai Rp 10 juta.

"Kita memang itu hampir empat bulan belum diambil, biasanya 3 bulan sekali, nah setiap tiga bulan itu isi kotak amal senilai Rp 8 jutaan, makanya kalau diperkirakan kerugian sekitar Rp 8 sampai Rp 10 juta," kata dia.

Setelah kejadian itu, pihak DKM langsung meningkatkan pengamanan dengan memerintahkan petugas keamanan setempat lebih intens memantau situasi masjid pada malam hingga dini hari.

"Kami tetap pasang kotak amal lagi di tempat yang sama, tapi kita pengamanan lebih intens lagi supaya gak ada kejadian serupa, kita juga sudah lapor ke Polsek Bekasi Timur, cuma barang bukti gembok yang dirusak itu dibawa sama pelaku paling kita serahin rekaman CCTV aja," katanya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved