Pemilu 2019

KPU Tegaskan Surat Suara Pemilu 2019 Tidak Diproduksi di China

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan, bahwa surat suara Pemilu 2019 hanya diproduksi di Indonesia, tidak diproduksi di negara Tiongkok.

KPU Tegaskan Surat Suara Pemilu 2019 Tidak Diproduksi di China
TRIBUNJAKARTA.COM/NAWIR ARSYAD AKBAR
Proses pencetakan surat suara Pemilu 2019, di PT Aksara Grafika Pratama, Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu (20/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Pencetakan surat suara untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 resmi dimulai secara serentak di beberapa kota di Indonesia oleh sejumlah pabrik percetakan, pada Minggu (20/1/2019).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan, bahwa surat suara Pemilu 2019 hanya diproduksi di Indonesia, tidak diproduksi di negara Tiongkok, seperti kabar hoaks yang berhembus beberapa waktu lalu.

"Pertama, adalah kami  ingin memberi tahu bahwa hari ini merupakan hari pertama pencetakan surat suara. Dan pencetakan surat suara ini hanya ada di Indonesia, bukan di Cina atau negara lain. Ini penting untuk kami tegaskan," ujar Komisioner KPU, Ilham Saputra, Minggu (20/1/2019).

Selain itu, proses peninjauan oleh KPU dan Bawaslu guna mengawasi dari segi kualitas, kuantitas, hingga pengamanan, agar tidak terjadi pelanggaran Pemilu 2019 nanti.

"Kita ingin memberitahu masyarakat bahwa kita punya quality control dalam melakukan proses pencetakan surat suara ini," ujar Ilham Saputra.

Perlu diketahui, KPU telah menunjuk enam perusahaan yang mencetak surat suara, yaitu PT Aksara Grafika Pratama sebanyak 68.176.374 surat suara, PT Balai Pustaka sebanyak 137.894.529 surat suara, PT Gramedia 292.019.984, PT Temprina Media Grafika 25.019.544 surat suara.

Kemudian PT Puri Panca Puji Bangun 107.714.90 surat suara dan PT Adi Perkasa Makasar 77.054.270 surat suara.

Rampas HP dan Uang Penumpang Bus, Penodong Bersenjata Tajam Diringkus Polisi

Nantinya, surat suara akan dicetak dalam lima model, yaitu surat suara presiden dan wakil presiden, surat suara DPR RI, surat suara DPD, surat suara DPRD provinsi dan surat suara DPRD kabupaten/kota.

KPU sendiri telah menyiapkan anggaran sebanyak Rp 894 miliar, untuk mencetak 939.879.651 surat suara. Ilham menjelaskan, percetakan surat suara tahun ini, KPU dapat menghemat anggaran 32,57 persen dari total anggaran tersebut.

"Kami Awasi proses pencetakan surat suara Bawaslu dalam hal ini mengawasi proses pencetakan termasuk penyimpanannya. Sehingga bersama KPU kami akan awasi apakah jumlah yang dicetak sesuai kualitas dan jumlahnya sebagaimana yang disetujui di kontraknya," ujar Komisioner Bawaslu Fritz Edward Siregar.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved