Waspada DBD, Pemkot Jakut Bersiap Memasuki Peningakatan Curah Hujan dan Perubahan Iklim 

Berdasarkan informasi dari Menteri Kesehatan, bulan Januari hingga Maret merupakan masa waspada dan rawan DBD

Penulis: Afriyani Garnis | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/AFRIYANI GANIS
Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim saat membantu petugas memberi vaksinasi pada hewan di Balai Warga RW 12, Perumahan Gading Griya Lestari, Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (8/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis 

TRIBUNJAKARTA.COM,  TANJUNG PRIOK - Persiapan antisipasi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dilakukan Pemerintah Kota Jakarta Utara.

Berdasarkan informasi dari Menteri Kesehatan, bulan Januari hingga Maret merupakan masa waspada dan rawan DBD.

Kewaspadaan terkait DBD, dipengaruhi oleh peningkatan curah hujan dan perubahan iklim.

Wakil Walikota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan pemerintah pusat sudah menginformasikan dan mengingatkan setiap wilayah di DKI Jakarta.

"Dari Kementerian, Dinas dan Sudin Kesehatan sudah menginformasikan bulan rawan itu," kata Ali, Senin (21/1/2019).

Ali menambahkan jika semua wilayah Jakarta Utara rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk setiap minggu.

"Baik yang secara mandiri yang dilakukan di rumah masing masing pada wadah air, kandang burung, belakang kulkas ataupun bersama ibu- ibu Jumantik dan PKK yang dilakukan setiap Jumat," katanya.

Selain itu, Ali juga menerangkan jika puskesmas di setiap wilayah juga akan membantu melakukan pemantauan dan terus memberikan informasi untuk warga.

"Sempat memberikan secara simbolis ikan cupang dan bubuk ABT untuk air yang berada di taman, pohon atau lainnya. Hal itu dilakukan karena air di sana tidak bisa langsung dibersihkan dan dikuras," papar Ali Maulana Hakim.

Pasar Minggu Jadi Wilayah dengan Kasus DBD Tertinggi di Jaksel sepanjang Tahun 2018

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jelaskan Tiga Wilayah di Jakarta yang Masuk Lokasi Rawan DBD

Ali menuturkan jika Jakarta Utara sudah siap melakukan segala antisipasi DBD.

"Sampai Desember tahun 2018, ada sekitar 18 kasus DBD selama setahun. Dan jika dibandingkan wilayah lain Jakarta Utara masih jauh berada dibawah, dan itu akan terus kami tingkatkan. Kalau bisa hingga zero persen," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved