Breaking News:

Ramai Pembebasan Baasyir, Hidayat Nur Wahid Ungkit Grasi ke Pembunuh Wartawan di Bali: Dikaji Ulang?

Hidayat Nur Wahid angkat bicara terkait rencana pembebasan Abu Bakar Baasyir. Ia tampak menyinggung kasus pemembebasan bersyarat Robert Tantular.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Terdakwa kasus terorisme Abu Bakar Baasyir menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (24/3/2011). Baasyir didakwa terlibat dalam pelatihan terosis di Aceh dan beberapa aksi terorisme di tanah air. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid angkat bicara terkait rencana pembebasan Abu Bakar Baasyir.

Hidayat Nur Wahid tampak menyinggung kasus lain terkait pembebasan bersyarat terpidana kasus Penggelapan dana Bank Century, Robert Tantular.

Sebagaimana dilansir dari laman Tribunnews, Robert Tantular divonis 21 tahun penjara dalam empat kasus, namun hanya menjalani hukumannya kurang lebih 10 tahun.

Adapun empat kasus tersebut yakni vonis sembilan tahun dan denda Rp100 miliar subsider delapan bulan kurungan dalam kasus perbankan.

Lalu, vonis 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar subsider enam bulan kurungan di kasus perbankan yang kedua.

Selanjutnya, mantan Dirut Bank Century ini divonis bersalah dalam dua kasus pencucian uang, yakni masing-masing satu tahun dan satu tahun serta denda Rp2,5 miliar subsider tiga bulan kurungan.

Enggan Praktikkan Rayuan Gombal Dilan di Kehidupan Nyata, Iqbaal Ramadhan: Harus Bersyukur

Cerita Pemadam Kebakaran yang Dapat Caci Maki saat Bertugas

Pembebasan bersyarat Robert Tantular diajukan Lapas Cipinang sesuai usulan nomor W10.Pas.01.05.06-540 tertanggal 5 Mei 2017.

Pembebasan bersyarat Robert Tantular harusnya dimulai pada 18 Mei 2018, namun dia harus menjalani pidana kurungan pengganti denda selama 17 bulan sejak 18 Mei hingga 10 Oktober 2018.

Tak hanya soal kasus Robert Tantular, Hidayat Nur Wahid juga turut mengungkit grasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap 115 orang narapidana.

Satu dari ratusan narapidana tersebut adalah terpidana seumur hidup, I Nyoman Susrama.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved