Lurah Srengseng Sawah Sangat Ingin Bertemu Rektor UI, Ini Alasannya

Penumpukan kendaraan yang didominasi oleh kendaraan transportasi publik di Halte Universitas Indonesia (UI), membuat macet.

Tayang:
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Lurah Srengseng Sawah, Tubagus Masruri pada Kamis (24/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Penumpukan kendaraan yang didominasi oleh kendaraan transportasi publik di Halte Universitas Indonesia (UI), membuat macet.

Kendaraan yang berhenti di depan halte UI sebagian besar menunggu datangnya panggilan penumpang.

Alhasil, jalan yang semula sudah sempit kian mengalami penyempitan lagi sehingga mengganggu kelancaran pengendara lain yang melintas.

Lurah Srengseng Sawah, Tubagus Masruri berharap bisa menghadap Rektor UI atau Pihak Rektorat untuk membahas permasalahan ini.

Sebab selama ini, Masruri terkendala tak bisa bertatap muka dengan pihak UI.

"Para kendaraan umum yang berada di halte itu akan menyempitkan jalan. Lahannya udah sempit malah kian sempit. Pingin ngobrol gitu sama pak rektor atau pihak rektorat UI. Tapi apakah pihak kelurahan masih patut atau tidak untuk menghadap," bebernya kepada TribunJakarta.com di Kantor Kelurahan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan pada Kamis (24/1/2019).

Masruri membeberkan biang keladi kemacetan dikarenakan oleh taksi online, taksi umum, bus TransJakarta, hingga bus daerah.

Ia mengusulkan untuk mengubah posisi kendaraan umum itu saat menunggu penumpang menuju dalam lingkungan UI.

"Bisa enggak posisi ngetem para kendaraan itu di dalam jangan di luar jalan. Karena malah mengakibatkan kemacetan," terangnya.

Cerita Lurah Saat Presiden Jokowi Jalan Kaki Gara-gara Kemacetan di Perlintasan Kereta Pejaten Timur

Permukiman di 2 RW Dibongkar Demi Urai Kemacetan di Perlintasan Sebidang Pejaten Timur

Selain itu, tak sedikit sampah dihasilkan dari banyaknya para kendaraan tansportasi umum yang mengetem lama di halte itu.

"Itu sampahnya juga luar biasa. Petugas nyapu dari dalam bus main buang keluar. Mereka di sana nongkrong juga membuang sampah. Jadi petugas PPSU ekstra bersihin halte. Kumuh udah kayak terminal," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved