187 Penderita DBD Dirawat di Depok
Sebanyak 187 penderita DBD dirawat di sejumlah Rumah Sakit (RS) di Depok, 133 penderita di antarnya warga Depok sementara 54 lain warga luar Depok.
Penulis: Bima Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, CILODONG - Sebanyak 187 penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dirawat di sejumlah Rumah Sakit (RS) di Depok, 133 penderita di antaranya warga Depok sementara 54 lain merupakan warga luar Depok.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan (P2P) Dinkes Depok Umi Zakiyati mengatakan jumlah tersebut merupakan data teranyar yang dikumpulkan Dinas Kesehatan Depok.
"Total pasien yang dirawat ada 187 orang, yang beralamat di Depok 133 orang, di luar Depok ada 54 orang. Ini data terbaru yang dimiliki Dinkes Depok," kata Umi saat dihubungi wartawan di Cilodong, Depok, Minggu (27/1/2019).
Dari 63 Kelurahan yang ada, Kelurahan Mekarjaya jadi wilayah paling rawan, yakni 16 penderita DBD, disusul Kelurahan Cipayung dan Cinere dengan jumlah 10 penderita DBD.
Penderita DBD, lanjut Umi rata-rata butuh waktu dua pekan untuk pulih dengan catatan tak mengalami komplikasi penyakit lain yang menganggu pemulihan.
"Kalau enggak ada komplikasi yang berat sekitar seminggu, dua minggu. Tergantung daya tahan tubuh kita, ketika bagus pemulihannya lebih bagus," ujarnya.
Kondisi setiap penderita dibedakan berdasarkan trombosit, jika di bawah 100 maka penderita dipastikan harus dirawat inap untuk mencegah pendarahan dan syok.
Guna mencegah penyebaran, Dinkes Depok mengimbau masyarakat menggalakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui Puskesmas di setiap Kelurahan.
Umi menegaskan PSN lebih ampuh mencegah DBD dibanding fogging yang bertujuan membunuh nyamuk Aedes Aegypti dewasa.
• Korban DBD di RSU Tangerang Selatan Capai 141 Orang, Begini Kata Wali Kota Airin Rachmi Diany
• Waspada DBD, Pemkot Jakarta Timur Lakukan Monitoring Pemberantasan Sarang Nyamuk
"Kita lihat trombositnya derastis, di bawah 100, untuk menjaga ada pendarahan, syok, harusnya dirawat di RS. Intinya selalu waspada, menggiatkan PSN. Karena mencegah lebih baik dibanding melakukan fogging," tuturnya.