Garong yang Satroni Outlet Bata di Depok Nyaris Tak Tinggalkan Jejak
Jejak kaki hanya terdapat di pagar dan neon box ruko toko Owen yang berada sebelah kiri outlet Bata dan diduga jadi pijakan pelaku memanjat
Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, SUKMAJAYA - Garong yang menyatroni outlet Bata di Jalan Kemakmuran Kelurahan Mekarjaya Depok nyaris tak meninggalkan jejak kaki sama sekali meski berhasil menggasak puluhan juta.
Pun malam saat kejadian Jumat (25/1/2019) hujan deras mengguyur, garong yang diperkirakan berjumlah lebih dari satu orang itu hanya meninggalkan tiga jejak kaki dengan ukuran kaki atau satu orang yang sama.
Hal ini membuat Gilang Pratama (19), pegawai Bata yang pertama mendapati tempat kerjanya disatroni sekira pukul 07.30 WIB dan pegawai lainnya bingung bukan kepalang.
"Yang bikin heran jejak kakinya cuman satu, itupun cuman tiga langkah habis itu hilang. Padahal kondisi lantai satu dan dua itu berantakan, etalase sama meja kasir diobrak-abrik habis. Jejaknya juga cuman satu orang," kata Gilang di Sukmajaya, Depok, Minggu (27/1/2019).
Meski tak mendampingi penyidik Unit Reskrim Polsek Sukmajaya secara langsung saat olah TKP, selain di lantai dua tempat pelaku masuk dengan cara menjebol jendela.
Jejak kaki hanya terdapat di pagar dan neon box ruko toko Owen yang berada sebelah kiri outlet Bata dan diduga jadi pijakan pelaku memanjat ke lantai dua.
"Pas olah TKP memang ada seperti jejak kaki gitu di pagar dan neon box, letaknya di sebelah kiri juga. Malam kejadian itu hujan deras, dari malam sampah jam dini hari. Mungkin itu jejak pas pelaku turun, jadi hujan sudah berhenti," ujarnya.
Lantaran penyidik Unit Reskrim Polsek Sukmajaya didampingi kepala toko saat olah TKP, Gilang tak mengetahui pasti kendaraan apa yang digunakan pelaku.
Namun dari upaya bertanya kepada sejumlah pegawai ruko dan pengusaha di sekitar Jalan Kemakmuran, Gilang menyebut tak ada kendaraan yang mencurigakan yang lalu lalang saat dini hari.
"Polisi olah TKP sampai dua jam, yang dampingin kepala toko. Tapi saya sempat nanya2 ke pegawai toko lain, katanya di rekaman CCTV toko mereka enggak ada kendaraan atau orang aneh gitu yang lewat," tuturnya.
Pernyataan Gilang soal ketiadaan jejak kaki pelaku dibenarkan pengecer khusus Toko Bata Jalan Kemakmuran Nurhasanah yang ikut mengaudit kerugian toko.
• Kesuksesan Proklim di RW 01 Sunter Jaya, Akan Diadopsi 31 Kelurahan di Jakarta Utara
Meski tak memasang CCTV, Nurhasanah menduga pelaku membutuhkan waktu beberapa menit sampai dapat mengobrak-abrik dua lantai dan menggasak puluhan juta.
"Untuk CCTV memang enggak ada. Tapi dilihat dari kondisi lantai satu dan dua sepertinya pelaku cukup lama. Selain etalase, meja kasir juga diberantakin. Polisi sih enggak bilang berapa lama perkiraan waktu beraksi. Cuman bilang pelaku lebih dari satu," jelas Nurhasanah.
Outlet sandal dan sepatu ternama di Jalan Kemakmuran sendiri terdiri dari tiga lantai, lantai satu merupakan etalase, lantai dua dan tiga merupakan gudang.
Dari tiga lantai yang ada di outlet Bata, hanya lantai tiga yang tak disentuh garong karena pintu masih terkunci dan rolling door depan yang gemboknya tak disentuh pelaku.
"Lantai tiga aman, yang diberantakin cuman lantai satu dan dua. Pelaku masuk lewat jendela lantai dua, dia jebol engsel jendela. Keluarnya juga lewat jendela," sambung Gilang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/outlet-bata-digarong.jpg)