Musim Pemilu, Dinkes Kota Bekasi Minta Ketua RT/RW Hati-hati Tawaran Fogging Caleg

Dinkes Kota Bekasi menghimbau ketua RT/RW untuk hati-hati jika ada tawaran fogging pembasmian sarang nyamuk DBD dari caleg

Bangka Pos/Agus Nuryadhyn
Fogging 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi menghimbau ketua RT/RW untuk hati-hati jika ada tawaran fogging pembasmian sarang nyamuk penyebab Deman Berdarah Dengue (DBD) dari calon anggota legislatif (caleg).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezi Syukrawati mengatakan musim pemilu biasanya banyak ditemukan praktik-praktik fogging yang bukan dilakukan dari instasi Dinkes Kota Bekasi.

"Hati-hati dengan fogging ilegal dari swasta ini musim Pemilu biasanya ada yang memanfaatkan itu," kata Dezi saat dikonfirmasi, Minggu, (27/1/2019).

Dezi menyarankan ketua RT/RW atau warga Kota Bekasi memastikan fogging dilakukan oleh pemerintah bukan dilakukan pihak swasta.

Sebab, proses fogging harus dilakukan secara maksimal bukan hanya sekedar semprot.

Adapun yang menjadikan fogging itu maksimal yakni dosis campuran bahan yang disemprotkan harus sesuai standar dan takaran yany sesuai.

Agar, target pembasmian sarang nyamuk dapat tepat sasaran.

"Fogging itu bahan dasar insektisidanya harus diganti-ganti artinya bukan bahan dasar yang sama, campuran bensin serta solarnya juga harus sesuai jangan sampai hanya meninggalkan bau minyak yang mengganggu," jelas dia.

Jika dosis campuran bahan dasar fogging tidak sesuai yang terjadi adalah nyamuk akan resiten atau membuat kekebalan tubuh sendiri. Untuk itu, penggunaan insektisida harus benar-benar sesuai agar nyamuk tidak resiten.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved