Jumlah Pasien DBD di RSUD Meningkat, Dinkes Pastikan Kota Bekasi Masih Berstatus Aman

Dinas Kesehatan memastikan sampai saat ini, Kota Bekasi masih berstatus aman. Meski, Penderita DBD di RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid meningkat.

Tribunnews.com/net
Nyamuk demam berdarah 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Dinas Kesehatan memastikan sampai saat ini, Kota Bekasi masih berstatus aman.

Meskipun di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Chasbullah Abdulmadjid, terjadi peningkatan jumlah pasien terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezi Syukrawati mengatakan, pihak sejauh ini terus melakukan sosialisasi dan penyuluhan terkiat pencegahan penyebaran wabah DBB di wilayah pemukiman warga.

"Kita masih status aman, kita data untuk Januari 2019 ini belum rekap ya di seluruh rumah sakit, tapi memang ada kasus pasien terjangkit DBD," kata Dezi saat dikonfirmasi, Minggu, (27/1/2019).

Dezi menjelaskan, tren wabah penyakit DBD di Kota Bekasi jika dilihat dari data dua tahun terkahir cenderung menurun. Pada 2017 misalnya, jumlah kasus DBD sebanyak 699 kasus, namun pada 2018 kemarin, jumlahnya menurun menjadi 629 kasus.

"Cenderung menurun kalau di lihat dari temuan kasus dua tahun terkahir ya," ungkap Dezi.

Dia juga menghimbau pada warga untuk terus menjaga lingkungan agar tetap bersih supaya terhindar dari penyebaran wabah DBD.

Terlebih, kata dia, memasuki musim penghujan, potensi munculnya jentik nyamuk sangat mungkin terjadi.

"Kita juga himbau warga untuk selalu upayakan membersihkan lingkungan, jika ada genangan segera dibersihkan, lalu jugaa kita sosialisasikan agar warga menanam tanaman yang menarik perhatian nyamuk," ungkap Dezi.

Sebelumnya, Peningkatan jumlah pasien terjangkit DBD terjadi cukup drastis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasbullah Abdulmadjid di Jalan Veteran, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Sudirman Kepala Bidang Perawatan RSUD Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi mengatakan, peridoe Januari 2019, pihaknya telah menangani sebanyak 88 kasus DBB. Angka itu dinilai mengalami peningkatan cukup drastis dibanding dua bulan lalu.

Dari 88 kasus periode Januari 2019, 55 kasus diantaranya diderita pasien dewasa, 33 sisanya diderita pasien anak-anak.

"Kalau dilihat dari November 2018 itu ada 2 kasus, lalu Desember ada 12 kasus, artinya Januari 2019 ini ada peningkatan yang cukup signifikan jumlah penderita DBD," Kata Sudirman, Kamis, (24/1/2019).

Dia menjelaskan, peningkatan jumlah penyakit DBD diduga disebabkan pergantian musim dari kemarau ke musim hujan.

187 Penderita DBD Dirawat di Depok

Korban DBD di RSU Tangerang Selatan Capai 141 Orang, Begini Kata Wali Kota Airin Rachmi Diany

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved