Ajak Konsumen Budayakan Malas Mencuci, Edi Raup Untung Belasan Juta Rupiah Tiap Bulan
Seorang pengusaha harus memiliki kreativitas yang mumpuni untuk menarik perhatian konsumen.
Penulis: Afriyani Garnis | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis
TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Seorang pengusaha harus memiliki kreativitas yang mumpuni untuk menarik perhatian konsumen.
Hal itulah yang dilakukan Edi (47) pengusaha laundry pakaian di Jalan Pademangan VIII Raya, Pademangan Timur Jakarta Utara.
Ia membuat tagline kreatif yang dipajang di depan kios laundry miliknya.
Dengan baground warna ungu dan tulisan berwarna kuning ia menulis ajakan yang menggelitik siapapun yang membacanya.
"Budayakan Malas Mencuci, Mencuci Adalah Tugas Kami," begitulah bunyi dari tagline tersebut.

Tagline yang berhasil menarik perhatian komsumennya tersebut berhasil menambah pundi-pundi uang Edi hampir 30% dari sebelumnya.
Disebutkannya tagline tersebut baru setahun digunakan setelah lima tahun dirinya menjadi pengusaha.
Ia pun menceritakan darimana ide tagline tersebut berasal.
Saat sedang duduk di depan kiosnya, ia melihat tetangganya sedang mencuci pakaian.
Seketika muncul ide mengenai kata-kata dalam tagline tersebut.
"Namanya kita jasa laundry kan jasa cuci, makanya kalau mereka pada rajin nyuci ngak bakal ke kita. Saya ngeliat ibu-ibu pada nyuci di depan kios, tiba-tiba muncul kata-kata itu," ujar Edi saat ditemui di kiosnya, Senin (28/1/2019).
Dirinya pun membeberkan penghasilannya yang mencapai 25 juta per bulan dari jasa mencuci pakaian.
"Penghasilan kalau dihitung ya sampai 25 juta perbulan kotornya, bersihnya bisa sampai 40 persen dari itu," beber Edi.
Diceritakan Edi, sudah banyak kamera yang memotret tagline yang dibuatnya itu.