PRT Pembunuh Bayi Muthia Sempat Ingin Pergi ke Jakarta Barat

Pasalnya warga RW 01 Kelurahan Rangkapan Jaya perumahan Villa Santika pertama mendapat info adanya kejanggalan pada tubuh Muthia dari sopir ojek onlin

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Bima Putra
Tampak depan kediaman orangtua M di perumahan Villa Santika, Pancoran Mas, Depok, Selasa (29/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - R (66), tersangka pembunuhan Muthia, bayi usia 3 bulan anak dari Retno Yulianingsih dan Slamet diduga hendak kabur usai menganiaya bayi malang itu hingga lebam di sekujur tubuh.

Pasalnya warga RW 01 Kelurahan Rangkapan Jaya perumahan Villa Santika pertama mendapat info adanya kejanggalan pada tubuh Muthia dari sopir ojek online.

Hal ini disampaikan Ipin (36), satu petugas keamanan Villa Santika yang saat itu sedang bertugas dan sempet melihat R sebelum diamankan penyidik Unit Reskrim Polsek Pancoran Mas.

"Warga pertama tahu dari sopir ojek online yang dipesan. Sopirnya lihat kalau ada yang aneh sama bayi yang gendong terus melapor ke warga. Sama warga ditahan, enggak boleh pergi," kata Ipin di Pancoran Mas, Depok, Selasa (29/1/2019).

Beruntung satu warga RW 01 ada yang berprofesi sebagai dokter sehingga dapat mengecek kondisi Muthia dan akhirnya menyatakan bayi malang itu meninggal dalam keadaan tak wajar.

Saat personel Unit Reskrim Polsek Pancoran Mas tiba di lokasi, Ipin menuturkan R masih berada dalam rumah dan terlihat layaknya orang takut.

"Kebetulan ada warga yang dokter dan sempat diperiksa. Pas polisi datang pembantunya itu ada di rumah, dia seperti orang takut. Saya enggak tahu apa dia masuk kabur atau gimana, yang jelas pembantunya mesan taksi bawa bayi," ujarnya.

Pernyataan Ipin dibenarkan Neni (40), satu pembantu depan kediaman Retno yang sempat mendengar tangis Muthia pada Senin (29/1/2019) sekira pukul 07.30 WIB.

Namun seperti Ipin, Neni tak mengetahui pasti alasan R memesan ojek dan hendak memboyong bayi majikannya itu pergi entah kemana.

Lantaran R baru bekerja tiga hari jadi pembantu, Neni tak mengenal sosok tersangka dan tak dapat memastikan apa pelaku memiliki gawai yang dapat memesan ojek online.

"Memang dia sempat mesen taksi, jadi pas bawa bayi itu mau pergi. Tapi ditahan warga terus akhirnya polisi datang. Dia baru kerja tiga hari, saya enggak kenal sama dia. Enggak tahu juga gimana cara dia mesen taksi," ucap Neni.

Data yang dihimpun TribunJakarta.com di lokasi kejadian menyebut R hendak pergi ke kawasan Tomang, Jakarta Barat.

Polisi Kembali Cari Selongsong Peluru yang Tewaskan Bripka Matheos di Pancoran Mas Depok

Bayi Usia 3 Bulan di Depok Tewas, Polisi Tetapkan Pembantu Jadi Tersangka

Tak Sabar Jadi Ayah, Hamish Daud Dengarkan Suara Bayi di Kandungan Raisa

Wakanit PPA Polresta Depok Ipda Tamar mengatakan R dibekuk penyidik Unit Reskrim Polsek Pancoran Mas saat kejadian dan kini diperiksa di Mapolresta Depok.

"Sekarang statusnya naik jadi tersangka. Tersangka bekerja sebagai pembantu di rumah orangtua korban. Sekarang sudah di Polres," jelas Tamar.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved