Pemkot Depok Klaim Dapat Tangani Seluruh Pasien Penderita DBD
Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna mengatakan Pemkot Depok melalui RSUD Depok sampai sekarang masih dapat menangani penderita DBD yangharus dirawat
Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat (Jabar) mencatat jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Depok sebanyak 319 orang atau jadi yang tertinggi di Provinsi Jabar.
Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna mengatakan Pemkot Depok melalui RSUD Depok sampai sekarang masih dapat menangani penderita DBD yang harus dirawat.
"Laporan dari teman-teman di lapangan masih tertangani. Saya berterima kasih kepada Rumah Sakit lain, tapi dari kami, rumah sakit pemerintah (RSUD Depok) sampai hari ini masih tertangani," kata Pradi di Balaikota Depok, Kamis (30/1/2019).
Dari ratusan penderita DBD yang dirawat inap di RSUD Depok sejak awal Januari 2019 lalu, ada sejumlah warga yang diperbolehkan pulang atau menjalani rawat jalan.
Perihal penanganan, warga Kecamatan Beji itu kembali menyatakan RSUD Depok masih dapat menampung warga Depok yang jadi penderita DBD.
"Ada yang memang dirawat dan ada yang dirawat jalan. Yang pasti secara maksimal kami tangani, terutama di RSUD Depok yang jadi rujukan," ujarnya.
Dia meminta masyarakat lebih waspada keberadaan nyamuk Aedes Aegypti yang gigitannya juga mampu memicu Cikungunya.
Pradi mencontohkan belakang kulkas, dispenser, tempat baju kotor, dan kaleng-kaleng bekas yang berpotensi jadi tempat nyamuk Aedes Aegypti berkembangbiak.
"Nyamuk bukan hanya ada di luar rumah, tapi di dalam rumah dan sering enggak kita sadari. Contohnya di belakang kulkas, dispenser, tempat baju kotor, kaleng-kaleng," tuturnya.
Perihal korban jiwa, dari catatan Dinas Kesehatan Kota Depok Pradi mengatakan belum ada penderita DBD yang dirawat di Depok lalu meninggal.
• Sandiaga Uno akan Revisi UU ITE Jika Terpilih Jadi Wakil Presiden
Sebelumnya, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Provinsi Jabar Widyawati mengatakan ada 22 Kabupaten/Kota di Jabar yang terjangkit dengan total 2.204 kasus.
"Kasus DBD jumlahnya banyak yaitu Kota Depok 319 kasus, Kabupaten Bandung 236 kasus, Kota Cimahi 200, Kabupaten Bogor 198 kasus, Kabupaten Sumedang 193 kasus, Kota Bandung 132 kasus, Kabupaten Bandung Barat 129 kasus, Kota Bogor 118 kasus," jelas Widyawati, Rabu (30/1/2019).
Kepala Dinkes Depok Novarita menyebut cepatnya perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti turut membuat sejumlah warga Depok terjangkit Cikungunya.
Bulan Juni 2018 lalu, wabah Cikungunya menjangkiti ratusan warga RW 05, 06, 07 Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo hingga membuat Kementerian Kesehatan turun tangan.
"Sudah ada yang kena (Cikungunya). Untuk jumlah penderita sudah ada dan terus kita update, jadi yang kita antisipasi sekarang enggak hanya DBD (Demam Berdarah Dengue)," jelas Novarita, Senin (26/1/2019).