Trombosit Diatas 100 Ribu, Penderita DBD Akan Dipulangkan RSU Tangerang Selatan
RSU Tangsel merawat banyak pasien demam berdarah dengue (DBD) sejak Oktober 2018 hingga saat ini, Kamis (31/1/2019).
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Rumah Sakit Umum (RSU) Tangerang Selatan (Tangsel) merawat banyak pasien demam berdarah dengue (DBD) sejak Oktober 2018 hingga saat ini, Kamis (31/1/2019).
Data terakhir, Kabid Pelayanan Medis RSU Tangsel, Imbar Umar Gazali mengatakan hari ini ada 22 pasien DBD dari berbagai usia.
Imbar menjelaskan peraturan penanganan medis pasien DBD terutama terkait rawat inap.
RSU Tangsel memiliki prosedur tersendiri untuk memutuskan seorang pasien DBD dirawat inap.
Imbar menegaskan RSU Tangsel hanya menerima pasien DBD rawat inap, dengan trombosit di bawah 100 ribu.
Hal itu karena penderita DBD dengan kondisi trombosit di bawah 100 ribu perlu terapi tertentu.
"Apa bila trombositnya di bawah 100 ribu dan mengkhawatirkan, dirujuk ke rumah sakit. Karena itu terapinya berlomba cairan. Biasanya yang piawai melakukan itu di rumah sakit," papar Imbar di RSU Tangsel.
Kondisi cuaca yang masih memungkinkan penularan DBD terus meluas, pihak RSU tegas memberlakukan prosedur itu.
Imbar mengatakan, akan tegas tidak menerima pasien DBD jika trombositnya masih tinggi dan kondisinya masih bugar.
"Kita tidak terima, suruh balik ke puskesmas. Ya kan kalau kita masukin itu, kasihan yang di bawah 100 ribu tempat tidurnya," ujarnya.
• Ruangan Penuh, Pasien DBD Anak Dirawat di Selasar RSU Tangsel
• RSU Tangsel Sering Overload dan Gunakan Kasur di Selasar, Ini Penjelasannya
Ia menjelaskan, hal itu bukanlah bentuk penolakan RSU melainkan memang sudah ada prosedurnya.
"Kalau penuh memang penuh, tapi kalau trombositnya 100 ribu ke atas ya kita pulangkan. Sarankan rawat, kalau mau dirawat di puskesmas," jelasnya.