Breaking News:

Marak DDB, Wali Kota Tangerang Imbau Warga Jaga Kebersihan

Berdasarkan data Dinkes Kota Tangerang jumlah pasien DBD di Kota Tangeranf sejak awal tahun 2019 tercatat ada 21 kasus.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat meresmikan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (31/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengingatkan warganya untuk terus mewaspadai penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD).

"Sebetulnya asal kita bisa jaga kebersihan dan peduli dengan lingkungan, DBD bisa dicegah," kata Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (31/1/2019).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tangerang jumlah pasien DBD di Kota Tangeranf sejak awal tahun 2019 tercatat ada 21 kasus.

Arief mengimbau Dinkes untuk melakukan langkah-langkah awal agar penyebaran DBD tidak meluas.

"Kami sudah buat Surat Edaran ke seluruh camat dan lurah juga kader-kader posyandu untuk terus melakukan kegiatan 4M dan PSN," katanya.

"Kami  ambil contoh, tidak meguras bak mandi seminggu sekali. Ini sebetulnya edukasi tapi banyak masyarakat belum memahami makanya kita kerahkan kader-kader untuk lebih intens sosialisasi lagi," kata Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah.

Untuk itu Wali Kota menganjurkan kepada masyarkat agar sama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan segera memeriksakan diri bila merasakan gejala DBD.

Kota Semarang Diteror Kain Berapi Bakar Kendaraan Parkir di Pinggir Jalan

"Saya imbau untuk membudayakan hidup bersih dan sehat, kalau lingkungan sehat tubuh juga sehat," kata Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah.

"Kalau merasakan gejala langsung datang ke puskesmas atau rumah sakit terdekat jangan tunggu parah baru datang," pintanya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Liza Puspadewi mengatakan, para k tersebut menyebar berdasarkan data yang menjalani perawatan di seluruh rumah sakit dan klinik di Kota Tangerang.

Menurut dia penderita paling banyak berasal dari Kecamatan Benda, Kota Tangerang.

Angka peningkatan penderita pun terjadi sejak pekan pertama di bulan Januari ini.

"Nyamuknya yang menebar virus ini sangat berbahaya. Karena nyamuknya itu bisa berulang-ulang, gigit ke sana, gigit ke sini. Jadi yang menular adalah nyamuknya," katanya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved