Breaking News:

Sudin Kesehatan Jakarta Utara Beri Saran Cegah DBD

Pemerintah Kota Jakarta Utara tengah menggencarkan program PSN untuk mencegah penyakit demam berdarah dengue (DBD).

es.gizmodo.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA GADING - Pemerintah Kota Jakarta Utara tengah menggencarkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) untuk mencegah penyakit demam berdarah dengue (DBD).

PSN lebih mengedepankan pada antisipasi pada tempat berkembangnya jentik nyamuk yang akan dicek oleh tim jumantik.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara Muhamad Helmi mengatakan, antisipasi PSN dapat dilakukan dengan berbagai cara.

Di antaranya dengan menjalankan program 3M (menguras, menutup dan mengubur), menanam tanaman lavender atau merajang serai .

“Bisa juga dengan merajang sereh. Simpan di satu tempat kemudian nanti diletakkan di pojok-pojok dalam rumah. Sehingga diharapkan dengan bau sereh itu tadi nyamuk tidak masuk ke dalam rumah,” kata Helmi, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (1/2/2019).

Dijelaskannya, antisipasi berkembangnya jentik nyamuk juga bisa dilakukan dengan memasang kawat atau kasa nyamuk pada tempat yang sekiranya berpotensi berkembangnya nyamuk.

Sedangkan untuk fogging, pihaknya tidak begitu menyarankan lantaran dinilai dapat merusak lingkungan.

Zat kimia pada fogging hanya mematikan nyamuk dewasa. Tidak mematikan jentik nyamuk yang masih berbentuk larva.

“Selain itu, cara lain juga dapat dilakukan dengan memelihara ikan pemakan jentik jenis cupang atau menaburkan bubuk abate pada wadah penampungan air,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim mengimbau, setiap warga harus menjadi Jumantik di setiap rumahnya.

Januari 2019, Sebanyak 31 Kasus DBD Landa Kelurahan Tegal Alur Jakarta Barat

VIDEO Lenteng Agung DBD Tertinggi, Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Gerebek Sarang Nyamuk 

Tetap menjaga kebersihan di sekitar dan didalam rumah terutama pada potensi berkembangnya jentik nyamuk, seperti pada penampungan air yang bersih.

“Masyarakat tetap jaga kebersihan. Kemudian perhatikan tampungan-tampungan air yg bersih. Dan kita juga harus jadi Jumantik di rumah sendiri, di lingkungan kita sendiri,” Imbaunya.

Penulis: Afriyani Garnis
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved