Breaking News:

Wakil Wali Kota Jaksel Sadarkan Pemilik Rumah di Lenteng Agung yang Menolak Petugas Jumantik

Dari lima kota di Wilayah DKI Jakarta, Jakarta Selatan mencatatkan angka tertinggi kasus nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD).

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Arifin saat menyadarkan warga yang sulit untuk disambangi jumantik pada Jumat (1/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Dari lima wilayah di ibu kota,  Jakarta Selatan mencatatkan angka tertinggi kasus nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kasus terbanyak berasal dari wilayah Kecamatan Jagakarsa dengan 50 penderita.

Dari enam kelurahan yang berada di Kecamatan Jagakarsa, Kelurahan Lenteng Agung menorehkan catatan dengan banyaknya kasus DBD.

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Arifin turun ke jalan untuk menggrebek nyamuk di permukiman Lenteng Agung.

Saat melakukan penyisiran, Arifin menyambangi sebuah rumah warga di RT 04 RW 03 yang sebelumnya enggan didatangi oleh petugas jumantik.

Padahal rumahnya memiliki kebun yang ditanami banyak pohon sehingga memicu terjadinya sarang nyamuk.

Ketua RW 03, Haswin Anwar mengatakan penghuni tersebut sebelum kehadiran Arifin enggan untuk menjamu para petugas jumantik.

"Rumah yang di depan itu sulit awalnya kita datangi karena warga di dalamnya enggak berkenan. Padahal rumahnya besar disertai kebun besar dan bisa memicu terjadinya sarang nyamuk," bebernya kepada TribunJakarta.com pada Jumat (1/2/2019) di kantor Sekretariat RW 03.

Januari 2019, Sebanyak 31 Kasus DBD Landa Kelurahan Tegal Alur Jakarta Barat

VIDEO Lenteng Agung DBD Tertinggi, Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Gerebek Sarang Nyamuk 

Arifin pun memberikan penjelasan kepada pemilik rumah terkait kondisi Jakarta Selatan yang tengah berada dalam situasi gawat lantaran banyaknya kasus DBD.

"Melihat kondisi itu saya mengajak warga bersama-sama untuk menjaga lingkungannya dari tempat penampungan-penampungan yang jadi sarang nyamuk," tandas kepada warganya itu.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved