Dipukuli Hingga Babak Belur, Kader Jumantik: Kita Enggak Pernah Mundur

Petugas juru pemantau jentik (jumantik) yang sekaligus menjadi korban pemukulan, Nur Azizah mengatakan ia akan melanjutkan tugasnya sebagai kader.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Erlina Fury Santika
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Kediaman petugas jumantik yang menjadi korban pemukulan di Lenteng Agung, Jumat (1/2/2019) malam. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Kendati mengalami nasib tragis, para petugas jumantik yang menjadi korban penganiayaan tetap pantang berhenti dari pekerjaannya melayani masyarakat.

Petugas juru pemantau jentik (jumantik) yang sekaligus menjadi korban pemukulan, Nur Azizah mengatakan ia akan melanjutkan tugasnya sebagai kader di permukimannya.

"Kita enggak pernah mundur jadi kader. Ini memang tugas kita bersama menjaga lingkungan. Harapan saya buat para warga yang diperiksa tiap rumah tolong diterima kita dengan baik," bebernya kepada TribunJakarta.com pada Jumat (1/2/2019) malam di kediaman Nur Azizah.

Nur melanjutkan pemeriksaan jumantik di permukiman Lenteng Agung agar lingkungan rumah bersih dari tempat sarang nyamuk yang memicu terjadinya Demam Berdarah Dengue (DBD).

Mengingat, dari keenam kelurahan yang berada di Kecamatan Jagakarsa, Kelurahan Lenteng Agung menjadi yang tertinggi ditemukan kasus warga penderita DBD.

"Kita menyisir ke dalam rumah kan enggak akan macem-macem. Supaya mereka hidup bersih apalagi sekarang masih musim dbd. Jadi setiap hari setiap waktu harus kita ingatkan," ujarnya.

Petugas jumantik lainnya yang turut menjadi korban, Djayanti, mengatakan hal senada.

"Kalau kerjanya saya enggak kapok, itu perjuangan hidup kader melayani masyarakat. Tapi kader saran saya harus ada pendampingnya," paparnya.

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Arifin mengatakan seharusnya masyarakat bisa menerima kehadiran para petugas jumantik di wilayahnya terutama di Lenteng Agung.

Sebab, kehadiran jumantik bisa meredam tingginya angka kasus dbd di wilayah tersebut.

"Sekali lagi saya ingatkan bahwa kader jumantik itu memiliki tugas untuk melakukan pemeriksaan. Karena tugas mereka sangat mulia. Mereka sudah meninggalkan kegiatan pribadi dan meluangkan waktu. Itu luar biasa. Harusnya warga menyambut baik," tandasnya.

Sebelumnya, terjadi pemukulan yang dilakukan oleh penghuni rumah bernama Marwan Sangaji kepada para kader jumantik di Jalan Haji Ali RT 08 RW 05 Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa pada Jumat (1/2/2019) pagi.

Imbasnya, ketiga ibu jumantik itu mengalami luka lebam di wajahnya.

Pelaku pemukulan tersebut telah dibawa oleh anggota kepolisian menuju Polsek Jagakarsa untuk ditangani lebih lanjut.

Keluarga korban tidak bersedia melalui jalur damai dan berharap proses hukum berlanjut hingga pelaku mendapat ganjaran yang setimpal.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved