Dinkes Kota Bekasi Instruksikan Camat dan Lurah Berantas Sarang Nyamuk

Dinkes Kota Bekasi telah menginstruksikan camat dan lurah untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara serentak dan rutin di wilayahnya.

Dinkes Kota Bekasi Instruksikan Camat dan Lurah Berantas Sarang Nyamuk
Tribunnews.com/net
Nyamuk demam berdarah 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi telah menginstruksikan camat dan lurah untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara serentak dan rutin di wilayahnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bekasi Dezi Syukrawati mengatakan camat dan lurah wajib mengerakkan warga untuk melakukan PSN di rumah serta lingkungannya.

"Kita sudah instruksikan ke kelurahan dan kecamatan untuk melakukan PSN secara rutin dan serentak, tidak hanya dilakukan jika ada kasus saja, kalau bisa PNS dilakukan sesering mungkin, terurama tempat-tempat genangan air yang menjadi sarang jentik nyamuk," jata Dezi saat dikonfirmasi, Minggu, (3/2/2019).

Selain itu, kata dia, peran Juru pemantau jentik (Jumantik) saat ini dinilai belum maksimal.

Kader kesehatan di wilayah ini belum dapat dikatakan berhasil dalam melakukan pencegah wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD).

"Kita berharap juga peran Jumantik bisa lebih efektif melakukan pencegahan dengan tentunya diimbangi gerakan PNS dari masyarakat," ungkap Dezi.

Kampanye PSN secara rutin sejatinya telah tertuang dalam Instruksi Wali Kota Nomor 440/289/Dinkes Tahun 2017.

Namun, implementasi instruksi tersebut belum berjalan maksimal.

"Belum berjalan secara rutin, artinya instruksi ini kan sejatinya langkah preventif yang harus masif dijalankan agar tidak ada kasus DBD di wilayah masing-masing," jelas dia.

Diketahui, Dinas Kesehatan Kota Bekasi baru saja merilis data pasien positif terjangkit Deman Berdarah Dengue (DBD) periode Januari 2019 sebanyak 75 orang.

Data tersebut merupakan hasil validasi dan diagnosa yang dilakukan seluruh rumah sakit yang ada di wilayah setempat.

876 Warga Ibu Kota Terjangkit DBD, Anies Ingatkan Masyarakat Tak Anggap Enteng Demam Berdarah

Sudin Kesehatan Jakarta Utara Beri Saran Cegah DBD

Jumlah tersebut menurut Dezi meningkat jika dibandingkan periode Januari 2018 lalu. Dimana jumlah pasien DBD saat itu tercatat 49 kasus.

"Dari data yang sudah tervalidasi di seluruh rumah sakit dan layanan kesehatan ada 75 pasien yang telah terdiagnosa menderita DBD periode Januari 2019 ini," kata Dezi.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved